Harga Tiket: Rp 7.000, Jam Operasional: 08.00-12.00 WIB, Alamat: Jl. Jogja Wonosari, Baturetno, Kec. Banguntapan, Kab. Bantul, DI Yogyakarta; Map: Cek Lokasi

Selain terkenal akan keramahan yang disajikan melalui kultur budaya Jawa, Yogyakarta juga memiliki beberapa bangunan museum dengan tujuan melestarikan sejarah. Salah satunya adalah Museum Wayang Kekayon yang memiliki berbagai koleksi berbentuk tokoh pewayangan serta macam-macam topeng.

Bangunan museum telah ada sejak tahun 1990, diresmikan oleh Sultan yang saat itu memerintah Kesultanan Yogyakarta. Beliau adalah Sri Sultan Hamengkubuwono X, bersama dengan Gubernur Paku Alam VIII.

Sejak pertama dibangun, museum ini telah mengumpulkan lebih dari 5000 koleksi. Bentuk-bentuk tokoh pewayangan dari abad ke 6 hingga abad 20 ada di dalam gedung museum dan berjejer rapi pada bagian dinding.

Sejarah Museum Wayang Kekayon

Sejarah Museum Wayang Kekayon
Image Credit: Google Maps reza prisma

Berawal dari inisiasi pihak Kesultanan Yogyakarta, dan juga atas prakarsa dari pemerintah lokal. Maka pada tahun 1990, dibangunlah sebuah gedung yang khusus menyimpan banyak koleksi wayang dan juga topeng.

Museum tersebut bernama Museum Wayang Kekayon yang berhasil mengumpulkan benda bersejarah, baik yang asalnya dari rumah warga sekitar Yogyakarta. Maupun koleksi khusus dari dalam Keraton Yogyakarta, berdasarkan wakaf dari Sultan untuk terus menjaga pelestarian budaya.

Pada tanggal 5 Januari 1990, tepatnya 5 hari setelah peringatan pergantian tahun. Museum ini resmi berdiri, dan baru benar-benar aktif menampung pengunjung pada satu setengah tahun kemudian atau pada pertengahan tahun 1991.

Profesor Soejono juga memiliki peran penting dalam ide untuk mendirikan bangunan museum. Karena beliau adalah salah seorang yang membantu pendirian museum, serta pengumpulan koleksi wayang dan topeng dari rumah-rumah warga.

Jika pengunjung pernah datang ke museum wayang yang ada di Kota Jakarta, maka tempat ini memiliki konsep yang mirip. Di dalam gedung juga terdapat beberapa sub divisi untuk menentukan tema utama dari sebuah ruangan.

Beberapa divisi wayang di dalam gedung museum yang dapat pengunjung temui adalah Suluh, Gedog, Purwa, dan Beber. Pengunjung juga dapat melihat sekilas tentang perjuangan para seniman untuk membantu semangat para pemuda Indonesia guna merebut serta mempertahankan kemerdekaan.

Koleksi Museum Wayang Kekayon

Koleksi Museum Wayang Kekayon
Image Credit: Twitter KRMT Roy Suryo

Museum ini memiliki banyak koleksi, sampai saat ini jumlah benda sejarah yang ada di dalam museum telah mencapai angka 5.465. Koleksi ini dipecah jadi beberapa bagian, diantaranya adalah wayang dari dalam dan luar negeri, juga topeng khas daerah-daerah Indonesia.

1. Wayang Kulit yang Kokoh

Ketika berkeliling di lantai 1 Museum Wayang Kekayon, pengunjung akan menemukan koleksi wayang kulit dengan bentuk kokoh. Maksudnya adalah, bahan dari wayang-wayang tersebut sengaja dibuat untuk tahan terhadap perubahan cuaca serta waktu.

Koleksi wayang kulit ini menyebar di sepanjang ruangan, sehingga pengunjung tidak perlu pusing untuk bisa menemukannya. Selain memiliki bentuk yang kokoh, wayang-wayang itu juga memiliki desain serta rupa yang khas penokohan dari budaya Hindu dan Budha serta budaya Jawa.

Pengunjung akan melihat kembali perkembangan wayang dari 1400 tahun yang lalu, hingga saat ini. Tentunya hal tersebut bisa membuat pengunjung makin mengetahui serta belajar seluk beluk wayang sampai bisa menyerupai tokoh yang ada di masa kini.

2. Wayang Kulit yang Bervariasi

Selain memiliki koleksi wayang kulit dari dalam negeri, museum ini juga menyimpan koleksi wayang dari luar negeri. Karena masih berada di rumpun yang sama dengan Indonesia, maka wajar saja jika negara tetangga seperti Malaysia, Brunei Darussalam, Singapura, dan juga Thailand mempunyai bentuk wayang mirip dengan Indonesia.

Lebih dari itu, tokoh pewayangan pun terbilang memiliki rupa dan nama yang sama dengan Indonesia. Pengunjung akan familiar dengan beberapa tokoh pewayangan dari negara tetangga, serta mempunyai nama panggilan sama dengan tokoh pewayangan lokal.

Keunikan lain dari koleksi wayang dari museum ini adalah ukuran. Wayang dari Indonesia merupakan warisan budaya yang memiliki bentuk lebih besar dari negara lain, hal ini bisa terjadi karena proporsi tubuh masyarakat Indonesia cenderung kecil sehingga membutuhkan visualisasi yang lebih besar.

Koleksi Dimiliki Museum Wayang Kekayon
Image Credit: Twitter melandevma

3. Topeng-topeng yang Indah

Jika pengunjung sudah melihat dan mengagumi koleksi dari wayang-wayang di dalam gedung museum. Maka pengunjung juga harus melihat koleksi lain seperti topeng yang ada di lantai 2.

Topeng-topeng yang ada dalam Museum Wayang Kekayon, beberapa didapatkan dari rumah warga dan sisanya diperoleh pihak pengelola dari berbagai daerah di Indonesia. Hingga saat ini, ada lebih dari 30 jenis topeng yang menjadi koleksi museum.

Ada topeng yang berasal dari seni tari, ada yang berasal dari kepercayaan masyarakat ketika memanggil hujan, dan ada juga yang berasal dari budaya tolak bala. Semua topeng tersebut kemudian dikumpulkan menjadi satu pada gedung lantai 2 museum.

Ukuran dari topeng-topeng tersebut juga memiliki banyak variasi. Ada yang berukuran normal dengan bentuk lingkar, serta bentuk lain yang memiliki panjang sekitar 1 meter dan berbentuk persegi panjang.

Alamat dan Rute Menuju Lokasi

Alamat Museum Wayang Kekayon
Image Credit: Google Maps Jungle Paintbal Jogja

Untuk bisa mencapai ke depan gedung Museum Wayang Kekayon, pengunjung terlebih dahulu harus sampai ke Kota Yogyakarta. Moda transportasi yang tersedia di kota ini adalah darat, laut, dan udara.

Bagi pengunjung yang belum pernah datang ke museum ini, maka pengunjung bisa memanfaatkan media seperti peta daring. Sedangkan bagi pengunjung yang sudah pernah datang, maka pengunjung tinggal mengikuti arahan markah jalan dari Yogyakarta menuju Kabupaten Bantul.

Perjalanan menggunakan kereta api dari Yogya ke Bantul memakan waktu sekitar 1 hingga 2 jam. Untuk kendaraan lain seperti mobil dan motor, maka perjalanan akan lebih lama yaitu sekitar 2 hingga 2,5 jam perjalanan melewati jalur dalam kota.

Setelah sampai di Bantul, maka pengunjung harus melanjutkan perjalanan kembali sampai ke kawasan Banguntapan. Di daerah ini sendiri, opsi yang pengunjung miliki adalah meneruskan perjalanan menggunakan kendaraan pribadi atau kendaraan umum seperti bus dan angkot.

Ketika pengunjung sudah sampai di Banguntapan, pengunjung tinggal melanjutkan sedikit perjalanan hingga ke Wonosari pada Kilometer 7. Museum Wayang Kekayon berada di area nomor 277 yang menghubungkan antara Yogyakarta dengan Wonosari.

Pengunjung tidak perlu merasa bingung, karena museum ini sendiri berada tepat di samping jalan raya. Pengunjung dapat menemukan gerbang masuk yang akan menyambut kedatangan pengunjung dengan berkendara sejauh 300 meter dari poros utama.

Harga Tiket Masuk Museum

Tiket Museum Wayang Kekayon
Image Credit: Google Maps Lia Nur Pratiwi

Tiket masuk yang diwajibkan oleh pengelola bagi pengunjung yang ingin datang ke Museum Wayang Kekayon bervariasi tergantung status pengunjung. Bagi pelajar atau mahasiswa, maka biaya masuknya adalah sebesar Rp 7.000,00 untuk tiap orang.

Selanjutnya, bagi pengunjung umum yang membawa kamera dan bermaksud untuk mengambil foto selama berada di dalam museum. Maka biayanya adalah sebesar Rp.10.000,00 saja.

Sedangkan bagi pengunjung yang datang dari luar negeri sebagai wisatawan asing. Pihak pengelola museum mematok biaya sebesar Rp.10.000,00 per orang.

Biaya lain yang dapat pengunjung keluarkan ketika berada di dalam museum adalah ketika datang bersama rombongan. Pengunjung bisa menghubungi pihak pengelola terlebih dahulu untuk mendiskusikan tentang biaya masuk khusus rombongan.

Selain harga tiket dan biaya masuk, pengunjung juga harus mengetahui kapan jadwal buka dan tutup museum. Pada hari biasa, museum akan buka sejak pukul 8 pagi hingga 2 sore.

Untuk akhir pekan, museum buka dari jam 8 hingga 12 siang. Pada hari minggu, museum akan tutup untuk mengadakan perawatan dan pembersihan gedung serta koleksi museum.

Kegiatan yang Menarik Dilakukan

Kegiatan Museum Wayang Kekayon
Image Credit: Google Maps Jungle Paintbal Jogja

1. Memotret Wayang dan Topeng

Kegiatan pertama yang dapat pengunjung lakukan selagi ada di Museum Wayang Kekayon adalah memotret koleksi museum. Karena memiliki banyak koleksi yang indah dan menawan, tentu akan sangat sayang apabila tidak diabadikan.

Pengunjung juga dapat menjadikan dinding ruangan sebagai latar belakang untuk berfoto ria. Sebab koleksi yang berjejer rapi pada dinding museum tentu menjadikan hasil fotografi pengunjung jadi semakin unik dan memiliki kesan antik.

2. Memutari Gedung Museum

Bagi pengunjung yang ingin belajar sejarah dan mengetahui lebih jauh tentang informasi serta perkembangan wayang sejak abad ke-6. Tentu pengunjung dapat memutari wilayah museum dari lantai 1 hingga lantai 2.

Koleksi yang banyak serta tulisan dibawah wayang dan topeng akan membuat pengunjung memahami makna dari benda bersejarah tersebut. Selain itu, museum ini juga bisa menjadi sarana edukasi yang baik bagi anggota keluarga pengunjung.

Objek Wisata Terdekat dari Museum

Objek Wisata Terdekat
Image Credit: Google Maps Rina Rahmawati

1. Kawasan Taman Sari

Jika pengunjung ingin menikmati tempat wisata berupa kampung dengan campuran nuansa klasik serta modern, maka pengunjung bisa datang ke taman sari. Kawasan ini juga berada tak jauh dari museum, sehingga lebih mudah untuk dijangkau.

2. Area Pinus Mangunan

Pengunjung yang ingin berwisata di area hutan pinus dengan aroma khas serta panorama hijau. Bisa memilih kawasan pinus Mangunan sebagai tujuan wisata.

3. Kawasan Tebing

Selanjutnya ada tempat wisata berbentuk tebing dengan nuansa pegunungan yang indah. Pengunjung dapat melihat pemandangan dari area sekitar ketika mengunjungi tempat ini.

Museum Wayang Kekayon merupakan satu dari sekian banyak museum yang ada di Daerah Istimewa Yogyakarta. Memiliki koleksi antik yang berasal dari abad ke-6, tentu membuat tempat ini harus ada pada list liburan pengunjung.