Harga Tiket: Rp 5.000, Jam Operasional: 09.00-15.00 WIB, Alamat: Jl. Tanah Abang, Petojo Selatan, Kec. Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta; Map: Cek Lokasi

Daerah Jakarta Pusat sejak dahulu sudah terkenal dengan kawasan perkotaan yang memiliki kepadatan penduduk tinggi. Keadaan itu membuat terciptanya banyak wahana wisata, dikarenakan keinginan masyarakat untuk bisa berlibur dari segala penat dalam kehidupan sehari-hari.

Salah satu dari sekian banyak tempat wisata yang ada di Kota Jakarta Pusat adalah Museum Taman Prasasti. Bangunan ini memiliki luas area sebesar 1,2 hektar dan berdiri di atas tanah wakaf milik pemerintah.

Kawasan museum mampu menjadi tempat wisata yang sangat populer di kalangan pengunjung, terutama masyarakat yang berasal dari sekitar Jakarta. Karena tempat ini menyimpan banyak koleksi yang berasal dari peradaban Belanda ketika menjajah Indonesia, hingga koleksi pasca kemerdekaan.

Sejarah Museum Taman Prasasti

SejarahDimiliki Museum Taman Prasasti
Image Credit: Google Maps David

Dahulu, tempat yang menjadi bangunan dari Museum Taman Prasasti merupakan area pemakaman umum. Kemudian pada tahun 1977, tepatnya tanggal 9 Juli pemerintah lokal meratakan area makam dan memutuskan untuk membangun gedung museum.

Keputusan tersebut diambil setelah melihat daerah dari pemakaman sudah penuh, dan ada kawasan baru untuk memindahkan area makam. Peletakan batu pertama dari gedung museum diprakarsai oleh Gubernur DKI Jakarta yang tengah menjabat saat itu yaitu Bapak Letnan Jenderal Purnawirawan Ali Sadikin.

Semula area makam memiliki luas sebesar 5,5 hektar dan berada di sepanjang jalan Tanah Abang nomor 1. Lalu dengan pembangunan museum, daerah yang masih tersisa dimanfaatkan sebagai lahan parkir guna menyambut kedatangan pengunjung yang tiba menggunakan kendaraan.

Karena berada di atas tanah bekas pemakaman, membuat koleksi dari museum Taman Prasasti ini lebih bervariasi. Diantara berbagai koleksi yang ada, museum ini juga menyimpan batu nisan dari 1.372 kuburan yang pernah ada di tanah itu sebelumnya.

Tempat ini juga meninggalkan kesan klasik karena memiliki bentuk arsitektur mirip bangunan dari Negara Belanda. Hal itu bisa dibuktikan dengan terdapatnya beberapa bentuk ornamen serta patung-patung di bagian depan museum.

Pengunjung dapat melihat berbagai nisan yang terbuat dari batu marmer dan juga batu alam. Pada beberapa nisan juga terdapat bentuk wajah dari seseorang yang dikubur di bawah batu nisan tersebut.

Koleksi Museum Taman Prasasti

Koleksi Museum Taman Prasasti
Image Credit: Google Maps Halimah Rachmawati

Ketika berada di dalam Museum ini, pengunjung dapat menemukan berbagai benda bersejarah yang berasal dari masa penjajahan Belanda. Beberapa benda yang dapat pengunjung temukan di museum ini adalah patung dan juga nisan klasik, serta diorama yang menyerupai bentuk makam dari 27 Provinsi pada tahun 1977.

1. Patung dan Nisan Klasik

Pengunjung dapat menemukan patung-patung dan nisan klasik di bagian depan sebelum masuk ke dalam gedung museum. Ada banyak tokoh yang wajahnya diabadikan sebagai ukiran dalam nisan.

Diantaranya adalah wajah-wajah dari tokoh kolonial Belanda, dan juga tokoh perjuangan mahasiswa Indonesia yaitu Soe Hok Gie. Ukuran nisan pada bagian depan museum memiliki tinggi yang bervariasi.

Selain nisan, pengunjung juga dapat melihat banyak patung dari dewi pelindung serta bentuk malaikat dari kepercayaan Pemerintah Belanda. Patung-patung tersebut sengaja disebar dan ditempatkan pada daerah sekitar museum guna menambah kesan klasik.

2. Diorama Makam Khas Indonesia

Koleksi lain yang dimiliki Museum Taman Prasasti adalah diorama dari makam yang berasal dari 27 Provinsi. Karena pada tahun 1977 Indonesia baru memiliki 27 Provinsi, maka museum ini hanya membuat diorama makam dari provinsi-provinsi tersebut.

Pengunjung dapat melihat keunikan dari bentuk makam yang berasal dari berbagai daerah. Pengunjung juga bisa mengetahui informasi dari makam dengan cara membaca tulisan yang terletak di bagian dinding museum.

Jika pengunjung berjalan ke area yang lebih dalam, maka pengunjung akan menemukan sebuah televisi berukuran besar. Televisi tersebut juga menyiarkan informasi mengenai koleksi yang ada di dalam museum.

Koleksi Dimiliki Museum Taman Prasasti
Image Credit: Google Maps rondang aritonang

3. Koleksi Nisan Berbahan Batu

Saat memasuki area museum, pengunjung akan diperlihatkan banyak koleksi nisan antik yang memiliki bahan dasar dari bebatuan alam. Bahan lain yang juga digunakan untuk pembuatan nisan adalah marmer dan juga logam perunggu.

Perbedaan paling mencolok dari nisan yang ada di dalam dan di luar museum adalah bentuk. Jika nisan yang ada di luar memiliki ukuran cukup besar, maka pada bagian dalam museum bentuk nisan berukuran kecil hingga ke normal.

Dahulu nisan-nisan tersebut didapatkan oleh pengelola museum dari makam yang ada di Tanah Abang. Pada kemudian hari, nisan tersebut dikumpulkan dan dijadikan koleksi pada museum dengan tujuan agar bentuk nisan bisa lebih lama bertahan.

4. Kendaraan untuk Mengantar Jenazah

Museum ini juga menyimpan koleksi dari kendaraan yang dahulu digunakan untuk mengantarkan jenazah. Kereta tersebut sering digunakan oleh pemerintah Belanda guna mengantarkan jenazah dari orang penting menuju tempat peristirahatan terakhir mereka.

Karena terbuat dari bahan material besi dan juga alumunium, membuat kendaraan jenazah tersebut lebih tahan terhadap perubahan cuaca. Pengelola museum kemudian membawa kendaraan jenazah yang didapat dari gedung pemerintah Belanda, untuk dikumpulkan dalam gedung museum.

Alamat dan Rute Menuju Lokasi

Alamat Museum Taman Prasasti
Image Credit: Google Maps Liliana Kurniawati

Untuk bisa berkunjung ke Museum Taman Prasasti, pengunjung bisa langsung menuju ke Kota Jakarta Pusat. Bagi pengunjung yang datang dari dalam kota, pengunjung harus melakukan perjalanan hingga ke Pusat Perbelanjaan Tanah Abang.

Sedangkan bagi pengunjung yang datang dari luar kota, pengunjung bisa turun di Terminal, Bandara, atau Stasiun paling dekat dari lokasi museum. Terminal paling dekat dari museum adalah Kampung Rambutan, untuk Bandara pengunjung bisa datang dari Soekarno Hatta, sedangkan untuk Stasiun pengunjung bisa turun dari Pasar Senen.

Setelah sampai ke area Tanah Abang, pengunjung bisa melanjutkan perjalanan hingga ke daerah nomor 1. Jalan ini bisa pengunjung temukan dari area Pusat Perbelanjaan Tanah Abang, karena terletak tak jauh dari lokasi museum.

Pengunjung akan menemukan tulisan selamat datang dan juga pagar berwarna putih yang mengelilingi area museum. Ketika pengunjung telah menemukan tanda tersebut, maka pengunjung sudah sampai ke depan museum.

Namun, jika pengunjung masih merasa kebingungan dengan letak dari museum ini, maka pengunjung bisa memanfaatkan markah yang tersedia sepanjang perjalanan menuju museum. Alternatif lain yang dapat pengunjung gunakan adalah dengan memanfaatkan panduan dari peta daring.

Harga Tiket Masuk

Tiket Museum Taman Prasasti
Image Credit: Google Maps Jakarta Tourism

Ada 3 jenis tiket yang memiliki rentang harga berbeda bagi tiap pengunjung yang datang ke Museum ini. Jika pengunjung adalah seorang pelajar, maka biaya yang harus dikeluarkan adalah sebesar Rp 2.000,00.

Sedangkan bagi pengunjung mahasiswa, biaya masuk ke dalam museum adalah sebesar Rp 3.000,00. Kemudian, jika pengunjung adalah seorang dewasa, maka pengunjung harus merogoh kocek sebesar Rp 5.000,00 untuk sekali kunjungan.

Biaya lain yang harus pengunjung keluarkan ketika datang ke Museum Taman Prasasti adalah untuk jasa parkir. Jika pengunjung datang dengan kendaraan roda dua biaya parkir di sekitar museum adalah Rp 2.000,00 dan untuk kendaraan roda empat sebesar Rp 5.000,00 saja.

Kegiatan yang Menarik Dilakukan

Kegiatan Museum Taman Prasasti
Image Credit: Google Maps Ksatria Petir

1. Mengitari Area Depan Museum

Saat masuk ke bagian depan Museum Taman Prasasti, pengunjung dapat menemukan berbagai patung dan nisan klasik. Pengunjung dapat mengitari kawasan tersebut untuk melihat kemegahan yang terpancar dari tiap bangunan nisan.

Selanjutnya, pengunjung dapat menyaksikan koleksi nisan pada bagian dalam gedung museum. Karena terbagi menjadi beberapa bagian, pengunjung bisa lebih puas ketika menjelajah dan mengitari area museum.

2. Belajar Tentang Sejarah Bangsa

Karena memiliki banyak koleksi dari masa penjajahan Belanda, juga tambahan berbagai diorama makam dari 27 Provinsi. Membuat pengunjung bisa belajar tentang sejarah perkembangan dari Bangsa Indonesia.

Informasi yang melengkapi tiap koleksi pada bagian dalam museum tentu bisa menambah khasanah pengetahuan pengunjung. Lebih dari itu, pengunjung juga bisa mengerti dan lebih mencintai budaya lokal masyarakat Indonesia.

3. Memotret Koleksi Museum

Kegiatan selanjutnya yang dapat pengunjung lakukan ketika berada di dalam gedung museum adalah memotret. Banyak spot foto bagus yang dapat pengunjung jumpai, terutama pada area patung dan nisan.

Karena di daerah tersebut ada bangunan yang menjulang tinggi hingga menyerupai bangunan kuno Khas Belanda. Juga terdapat patung dari malaikat bersayap yang dapat membuat hasil foto pengunjung jadi semakin indah.

Objek Wisata Terdekat dari Museum Taman Prasasti

Kawasan Monas
Image Credit: Google Maps الثريا الثريا

1. Kawasan Monas

Museum yang berada di pusat Kota Jakarta juga berdampingan dengan tempat wisata lain yang menarik, salah satunya adalah bangunan Monas. Monumen ini sudah terkenal sejak jaman dahulu, serta menjadi ikon tersendiri bagi Ibukota Jakarta.

2. Area Masjid Raya

Jika pengunjung ingin melakukan wisata religi di daerah Jakarta Pusat. Maka pengunjung harus datang ke kawasan Masjid Raya yang lokasinya dekat dengan museum.

3. Kawasan Katedral

Selain masjid raya, juga ada Katedral yang telah berdiri kokoh sejak lama. Bangunan ini memiliki arsitektur khas Eropa dan ornamen yang kental akan abad pertengahan.

Museum Taman Prasasti merupakan sebuah museum yang menjadi salah satu tempat untuk belajar sejarah. Dengan berdirinya museum ini, pengunjung akan lebih mengerti serta memahami arti dari sejarah bangsa.