Harga Tiket: Gratis, Jam Operasional: 08.00-16.00 WIB, Alamat: Jl. Nulis Puluhan, Srontakan, Desa Argomulyo, Kec. Sedayu, Kab. Bantul, DI Yogyakarta; Map: Cek Lokasi

Bapak Presiden kedua Indonesia, yaitu Soeharto pada tahun 2013 telah dibuatkan sebuah bangunan diatas lahan milik pribadi. Bangun tersebut pada kemudian hari diresmikan sebagai museum, yang disebut sebagai Museum Soeharto.

Tempat tersebut diprakarsai oleh adik dari sang Presiden. Beliau adalah Bapak Probosutedjo yang meresmikan hari pendirian museum sekaligus hari lahir dari Presiden Soeharto pada tanggal 8 Juni 2013.

Memiliki luas 3.620 meter persegi, museum ini menyimpan banyak peninggalan pribadi dari sang Presiden. Maka tempat ini juga sering disebut sebagai museum memoar untuk menghormati jasa-jasa Presiden Soeharto semasa beliau hidup.

Sejarah Museum Soeharto

Sejarah Museum Soeharto
Image Credit: Google Maps DOKTER PIKNIK

Pada tahun 2013, adik dari Presiden Soeharto berinisatif bersama Mbak Putut yaitu salah satu putri sang Presiden. Untuk mendirikan sebuah museum yang nantinya dapat dikunjungi oleh masyarakat guna mengenang beliau.

Untuk itu ketika hari kelahiran Presiden Soeharto datang, prakarsa tersebut berubah jadi sebuah realisasi. Museum ini sendiri dibangun di daerah yang dahulu menjadi tanah kelahiran Presiden Soeharto.

Terletak di Desa Kemusuk Provinsi Yogyakarta, peresmian museum dibuka dengan acara syukuran sekaligus acara peringatan hari kelahiran sang Presiden. Keluarga besar Presiden Soeharto yang saat itu ikut hadir dalam acara peresmian, juga ikut menyambut kehadiran para tamu yang datang.

Museum ini dibangun dengan niat untuk memberikan anak muda generasi penerus bangsa Indonesia sebuah inspirasi. Agar selalu mengingat tanah air dan mencintai sejarah negeri hingga menjadikan individu baru sebagai seseorang yang mengerti tentang sejarah.

Museum Soeharto juga memberikan informasi mengenai biodata Presiden Soeharto, biografi dari sang Presiden, dan informasi lain seperti tempat tinggal beliau semasa hidup. Museum ini juga memiliki diorama dari Presiden Soeharto pada bagian depan museum.

Koleksi Museum Soeharto

Koleksi museum soeharto
Image Credit: Google Maps zulistya adi

Pengunjung yang datang ke Museum ini bisa menyaksikan berbagai koleksi peninggalan dari sang Presiden. Diantaranya adalah pakaian yang pernah dipakai, barang-barang yang sering digunakan oleh Presiden, dan juga rumah singgah yang dahulu pernah ditinggali oleh Presiden Soeharto.

1. Pakaian Milik Presiden

Museum ini memiliki banyak jenis pakaian yang pernah dikenakan oleh Presiden Soeharto. Mulai dari pakaian yang dikenakan dalam kehidupan sehari-hari, sampai pakaian yang dikenakan pada acara formal dan ketika dinas.

Pengunjung dapat melihat berbagai pakaian milik sang Presiden pada bagian dalam museum yang menuju ruang utama. Pakaian tersebut di pajang di dalam kotak, sedangkan beberapa yang lain tertata rapi pada gantungan baju.

2. Barang-Barang Peninggalan Presiden

Pengunjung juga dapat melihat berbagai pernak-pernik yang dahulu pernah dipakai oleh Presiden Soeharto. Misalnya seperti gelas, piring, alat tulis, mesin ketik, dan juga barang-barang pribadi milik sang Presiden.

Ketika berada di ruangan yang berisi perlengkapan barang milik Presiden Soeharto. Pengunjung akan diberikan informasi mengenai sejarah dari barang-barang tersebut, juga tentang bagaimana cara Presiden menggunakannya pada kehidupan sehari-hari.

3. Rumah Singgah Presiden

Kawasan rumah singgah di area Museum Soeharto juga memiliki daerah petilasan yang dahulu digunakan sang Presiden untuk bersantai dengan keluarga, atau membicarakan mengenai Negara Indonesia. Tempat ini dapat pengunjung lihat di luar museum pada bagian belakang menuju rumah singgah.

Pengunjung yang ingin melihat rumah singgah tersebut harus menyusuri area museum terlebih dahulu. Karena terletak di bagian belakang, membuat pengunjung dapat melihat koleksi lain sebelum bisa sampai ke rumah singgah.

Koleksi Dimiliki 1 museum soeharto
Image Credit: Google Maps Dunia Azhim

4. Kawasan Pendopo

Jika pengunjung berkeliling di area museum, maka pengunjung bisa melihat area pendopo yang ada di bagian tengah. Tempat ini dahulu digunakan oleh sang Presiden untuk dengan keluarga besar, dan biasa digunakan sebagai ruangan untuk menyambut tamu yang datang.

Tempat ini juga menyediakan fasilitas berupa bioskop mini yang dapat pengunjung manfaatkan untuk melihat cerita biografi dari Presiden kedua Republik Indonesia. Pendopo biasanya ramai pada hari tertentu, terutama pada akhir pekan seperti Sabtu dan Minggu.

5. Ruangan Diorama Museum

Pada area sebelah Barat dari pendopo, pengunjung dapat menemukan sebuah ruangan yang berisi koleksi diorama. Ruangan ini memiliki nama Atmosudiro yang diambil dari nama Kakek Presiden Soeharto.

Ruangan ini menyimpan banyak informasi tentang sang Presiden dan juga foto yang terpajang rapi di atas dinding. Selain itu, pada bagian bawah foto ada informasi mengenai kapan foto tersebut diambil dan apa latar belakang cerita dari foto itu.

6. Visual Dari Roll Film

Selain memiliki koleksi dari diorama tentang Presiden Soeharto, tak jauh dari tempat tersebut pengunjung juga dapat menemukan koleksi roll film. Isi dari roll film yang banyak terdapat di ruangan tersebut berisi tentang dokumentasi visual bergerak yang berasal dari jaman dahulu.

Pengunjung bisa menemukan informasi lebih banyak mengenai Presiden Soeharto dengan menonton pemutaran roll film. Pengunjung akan dibawa kembali melihat masa lampau, baik dari sudut pandang sang Presiden serta bagaimana keadaan Indonesia saat itu.

Alamat dan Rute Menuju Lokasi

Alamat dan Rute Menuju Lokasi2
Image Credit: Google Maps Rudi Winarso

Untuk bisa sampai menuju Museum Soeharto, pengunjung dapat terlebih dahulu menuju ke Kota Yogyakarta menggunakan kendaraan umum seperti bus, atau moda transportasi lain seperti pesawat dan kereta api. Jika pengunjung datang dari luar kota dan menggunakan kereta, maka pengunjung bisa menuju ke stasiun di dekat Jalan Malioboro.

Sedangkan jika pengunjung datang menggunakan kendaraan umum, maka pengunjung bisa mendatangi terminal paling dekat dari kota Yogyakarta. Selanjutnya, pengunjung bisa melanjutkan perjalanan hingga menuju Kabupaten Bantul.

Perjalanan dari Yogyakarta menuju Bantul biasanya memakan waktu sekitar 1 hingga 2 jam. Namun pengunjung tidak perlu merasa khawatir, karena pemandangan sepanjang jalan dapat membuat pengunjung merasa waktu berjalan dengan cepat.

Setelah sampai di terminal Bantul, pengunjung harus melanjutkan perjalanan hingga menuju Kecamatan Sedayu. Banyak angkot berjejer di bagian depan terminal guna menyambut kedatangan pengunjung, serta membawa pengunjung ke perjalanan berikutnya.

Memakan waktu sekitar 45 menit, pengunjung akan melihat markah jalan yang menunjukkan tanda telah sampai di Desa Argomulyo. Pengunjung bisa memberitahu supir angkot untuk mengantarkan pengunjung hingga ke daerah Kemusuk Lor atau bagian Utara dari Kemusuk.

Jika pengunjung sudah menemukan tanda pengenal pada bagian depan yang memberitahu bangunan dari Museum Soeharto. Maka pengunjung tinggal meneruskan selama beberapa langkah kaki saja, dan pengunjung telah sampai ke bagian dalam gedung museum.

Harga Tiket Masuk Museum

Ticket Museum HM Soeharto
Image Credit: Facebook davitourjogjaa

Bagi pengunjung yang ingin menikmati keindahan Museum Soeharto. Maka pengunjung tidak harus mengeluarkan sepeserpun, karena pengelola tidak mewajibkan pengunjung yang datang untuk membayar sejumlah biaya masuk ke dalam museum.

Namun pengunjung diwajibkan untuk mengisi buku tamu berupa data diri seperti nama, alamat, nomor telepon, dan juga tanda tangan guna mengerti informasi mengenai pengunjung yang datang. Hal ini terasa wajar karena koleksi yang ada di dalam museum tentu harus dijaga keaslian serta keawetannya.

Biaya lain yang dapat pengunjung hitung ketika ingin mengunjungi museum ini adalah untuk kendaraan umum yang membawa pengunjung hingga sampai ke museum. Ongkos perjalanan bus atau angkot dari Kota Yogyakarta hingga ke Bantul berkisar antara Rp 10.000,00 hingga Rp 20.000,00 untuk sekali perjalanan.

Sedangkan untuk angkot sambung dari Bantul hingga ke Kemusuk, pengunjung harus menambah biaya sebesar Rp 10.000,00 dengan dua angkot. Biaya tersebut hanya untuk pengunjung yang datang menggunakan kendaraan umum, sedangkan untuk kendaraan pribadi tentu berbeda.

Kegiatan yang Menarik Dilakukan Pengunjung

Kegiatan yang Menarik Dilakukan Pengunjung
Image Credit: Twitter MAMSAKA

1. Menonton Cerita Biografi

Pengunjung yang datang ke Museum Soeharto dapat mengetahui informasi mengenai Presiden Soeharto serta kehidupan saat itu dengan cara menonton dari media roll film. Penggambaran masa lampau tentu dapat membuat pengunjung merasa nostalgia.

Pengunjung juga bisa melihat area terdekat dari tempat menonton. Seperti area petilasan, area pendopo, dan juga area diorama.

2. Bersantai Di Pendopo

Bagi pengunjung yang ingin menikmati area museum dan ingin bersantai sejenak. Maka pengunjung bisa datang ke area pendopo yang dibuat khusus sebagai tempat bersantai.

Pengunjung dapat menikmati angin semilir yang berhembus mengelilingi area pendopo. Juga dapat melihat bangunan yang mengelilingi area tersebut hingga ke bagian depan museum.

Objek Wisata Terdekat dari Museum Soeharto

Objek Wisata Terdekat dari Museum Soeharto
Image Credit: Google Maps Dwi Darmawan

1. Kawasan Wisata Pinus

Berada tak jauh dari Museum Soeharto, membuat kawasan wisata hutan pinus ramai dikunjungi oleh para wisatawan. Tempat ini memiliki banyak vegetasi pinus dan juga area taman bermain yang indah.

2. Kebun Buah yang Indah

Karena terletak di area perbukitan, membuat daerah sekitar museum juga menjadi tempat yang sejuk. Pengunjung yang ingin menikmati wahana petik buah langsung dari pohonnya, dapat menunjung kawasan kebun buah yang ada di Kemusuk.

3. Kawasan Seni Pendhapa

Bagi pengunjung yang ingin menikmati keindahan seni, mulai dari seni tradisional, kontemporer, abstrak, hingga seni modern. Pengunjung bisa datang ke galeri seni Pendhapa yang memajang banyak variasi seni di dalamnya.

Museum Soeharto adalah sebuah museum yang dibangun untuk anak muda. Supaya bisa terus mengingat jasa pendahulu, khususnya Presiden Soeharto sebagai bapak pembangunan.