Harga Tiket: Gratis, Jam Operasional: 08.00-18.00 WIB, Alamat: Jl. Petung Merapi, Kepuharjo, Kec. Cangkringan, Kab. Sleman, DI Yogyakarta; Map: Cek Lokasi

Museum Sisa Hartaku merupakan salah satu museum yang belum lama dibuka di Yogyakarta. Museum ini cukup banyak dikunjungi dan semakin populer sebagai salah satu destinasi wisata yang menarik. Museum ini sangat unik, namun juga memberikan kesan yang sangat mendalam. Bagi beberapa pengunjung, museum ini juga akan menimbulkan emosi kesedihan.

Seperti namanya, museum ini menyimpan sisa-sisa harta dari korban keganasan awan panas Gunung Merapi pada tahun 2010 lalu. Adanya museum ini membuktikan jika ada kisah pilu dari efek yang diberikan oleh letusan Gunung Merapi yang gagah. Meskipun hanya sisa-sisa, namun barang-barang tersebut masih berharga untuk mengenang dan memahami bagaimana alam bekerja.

Museum Sisa Hartaku tidak besar, itulah kenapa dikenal juga dengan sebutan museum mini. Lokasinya berada pada rumah yang dulunya adalah milik Bapak Riyanto dan keluarga. Berawal dari usaha untuk mengumpulkan barang-barang yang tersisa akibat letusan Merapi, akhirnya terbesit untuk menjadikannya sebagai museum agar kejadian tersebut tidak terlupakan begitu saja.

Sejarah Museum Sisa Hartaku

Sejarah Museum Sisa Hartaku
Image Credit: Google Maps Museum Mini Sisa Hartaku

Beberapa tahun silam, terjadi letusan Gunung Merapi yang sangat dahsyat. Erupsinya menimbulkan awan panas yang menerjang hampir seluruh kawasan di lereng gunung. Letusan ini juga memakan korban hingga ratusan orang. Abu panas menghanguskan apa saja yang dilewati, termasuk sawah, hewan-hewan ternak, rumah, dan barang-barangnya.

Salah satu rumah yang diterjang oleh abu awan panas adalah milik Bapak Riyanto ini. Setelah beberapa waktu berada di pengungsian, Bapak Riyanto kembali ke rumah untuk melihat bagaimana keadaannya. Tentu saja semua harta yang dimiliki telah rusak parah dan tidak dapat digunakan lagi. Banyak di antaranya yang meleleh dan hanya berupa sisa-sisa saja.

Pak Riyanto akhirnya mulai mengumpulkan barang-barang yang tersisa. Beliau tidak ingin membuang maupun menjualnya, meskipun ada cukup banyak kolektor yang ingin menawarnya. Bapak Riyanto hanya takut jika satu barang terjual, maka barang-barang lainnya juga banyak yang menawarnya. Bapak Riyanto ingin mengumpulkannya untuk pribadi.

Pada akhirnya Pak Riyanto mendapatkan gagasan untuk membuat sebuah museum di sisa bangunan rumahnya. Dengan adanya museum ini, diharapkan anak cucu beliau tidak melupakan kejadian pilu tersebut. Hal itu juga dapat dirasakan oleh para pengunjung agar tetap menghormati alam. Bekas bangunan rumah ini juga ditulisi beragam kata-kata mutiara untuk pengunjung.

Museum ini bernama Museum Sisa Hartaku karena memang seperti namanya, museum ini merupakan kumpulan dari sisa-sisa harta yang dikumpulkan. Bahkan bangunan rumah yang dijadikan museum ini juga berupa sisa-sisa, hanya tinggal dinding-dindingnya saja. Tidak hanya barang, ada juga sisa-sisa hewan ternak yang mati akibat diterjang awan panas.

Saat ini, Museum ini memiliki cukup banyak pengunjung. Oleh karena itu, sudah tersedia beberapa fasilitas yang dapat digunakan oleh pengunjung. Salah satunya warung makan, sehingga pengunjung dapat beristirahat sambil mengisi perut setelah berkeliling di museum mini ini.

Koleksi Museum Sisa Hartaku

Koleksi Museum Sisa Hartaku
Image Credit: Google Maps FRITZ EMERSON

Museum ini memiliki beberapa koleksi yang dapat dilihat oleh pengunjung. Semua koleksi ini mengingatkan akan ganasnya amukan Gunung Merapi pada saat itu. Koleksi museum ini tertata berjajar. Dan meskipun sisa-sisa harta yang menjadi koleksi museum sudah tidak dapat digunakan, namun memiliki nilai yang tidak ternilai harganya.

1. Kerangka Hewan Ternak

Ketika akan memasuki museum mini ini, pengunjung akan langsung disambut dengan dua kerangka sapi milik Pak Riyanto yang mati tersapu awan panas. Kerangka ini masih utuh, tulang-tulangnya disangga dengan kayu sehingga tampak seperti berdiri. Kedua kerangka sapi ini juga menjadi koleksi yang ikonik dari museum ini.

2. Barang-barang

Museum Sisa Hartaku menyimpan cukup banyak koleksi barang-barang sisa yang hangus. Beberapa di antaranya tampak meleleh. Barang yang tersisa ini seperti compact disk, kaset, radio, botol-botol, teko, alat dapur, dan lainnya. Ada juga sisa-sisa dari sepeda motor yang dijajar rapi. Bahkan ada juga sisa jam dinding yang masih menunjukkan waktu saat Gunung Merapi meletus.

Koleksi Museum di Sisa Hartaku
Image Credit: Google Maps Agus Tjipto Djati

3. Foto

Museum ini juga memiliki koleksi berupa foto-foto dokumentasi yang menunjukkan kejadian saat Merapi meletus. Selain itu, ada juga lukisan dari Mbah Maridjan, juru kunci Merapi yang juga menjadi salah satu korban. Adanya lukisan juru kunci Merapi ini juga menjadi pengingat bahwa seseorang yang sangat paham akan Gunung Merapi juga tidak dapat menghindari keganasannya.

4. Kata-kata Mutiara

Museum ini juga ditulisi dengan beragam kata-kata mutiara di setiap sudutnya. Kata-kata mutiara ini tidak hanya mengingatkan pengunjung agar lebih peduli pada alam, namun juga agar mengerti tentang arti kehidupan. Ada juga kata-kata yang cukup menyayat hati seperti tulisan ‘Habis Sudah Semua’ di bawah barang-barang berharga yang sudah meleleh.

Alamat, Rute Lokasi dan Harga Tiket

Harga Tiket Masuk Museum Sisa Hartaku
Image Credit: Google Maps Andy Zulfiana

Museum Sisa Hartaku berada di Kepuharjo, Cangkringan, Sleman. Tempatnya berada di lereng Gunung Merapi sehingga aksesnya cukup menanjak dan sulit namun juga sangat menantang. Pengunjung dapat menyewa jeep agar lebih mudah menuju lokasi, namun juga bisa menggunakan kendaraan pribadi seperti motor.

Meski demikian, kondisi motor harus dalam keadaan yang benar-benar prima. Pengendara juga harus cukup memiliki pengalaman untuk melalui jalanan yang menanjak dan sulit dilalui. Apalagi jalanan juga berpasir sehingga pengendara harus berhati-hati agar tidak terjadi kecelakaan.

Museum ini buka setiap harinya. Jam operasional sendiri mulai dari jam 08.00 hingga 16.00 WIB. Museum yang dibuka untuk umum ini tidak dipungut biaya tiket masuk. Hanya disediakan kotak amal sehingga pengunjung dapat memberikan uang sukarela. Pengunjung hanya perlu membayar tiket parkir kendaraan sebesar Rp 2.000 untuk motor dan Rp 5.000 untuk mobil.

Kegiatan yang Menarik Dilakukan

Kegiatan Menarik Museum Sisa hartaku
Image Credit: Google Maps Monika Ruwaimana

Museum Sisa Hartaku ini memang cukup menarik sebagai tempat untuk menghabiskan waktu dan melakukan beberapa kegiatan. Meskipun berupa reruntuhan, namun tidak membuat pengunjung mengurungkan niat untuk datang dan melihat keunikannya. Berikut beberapa kegiatan yang dapat dilakukan pengunjung jika berada di museum ini.

1. Melihat Koleksi

Koleksi dalam museum ini memang hanyalah berupa sisa-sisa barang yang sudah tidak dapat digunakan karena meleleh akibat awan panas. Meski demikian, barang koleksi ini juga cukup menarik perhatian. Dari barang koleksi ini pengunjung dapat menyadari betapa mengerikannya awan panas yang dapat meluluhlantakkan barang-barang berharga tersebut.

Koleksi berupa gambar-gambar dokumentasi juga dapat memberitahu pengunjung bagaimana kejadian saat Merapi meletus. Kata-kata yang tertulis di setiap sudutnya juga merupakan daya tarik tersendiri dari koleksi yang ada di museum ini.

2. Merenungi Diri

Museum ini dapat mengingatkan pengunjung tentang bagaimana alam bekerja sehingga dapat dijadikan sebagai perenungan diri. Kata-kata yang banyak tertulis di sudut-sudut museum juga membuat pengunjung lebih menghargai dan mengerti tentang kehidupan.

3. Berfoto

Museum ini memiliki beberapa spot yang menarik sebagai latar foto. Banyak juga pengunjung yang datang untuk berburu foto. Apalagi museum ini cukup unik dan berbeda dengan museum-museum lainnya.

Objek Wisata Terdekat dari Museum Sisa Hartaku

Objek Wisata Terdekat dari Museum Sisa Hartaku
Image Credit: Google Maps Isti Rahmawati

Yogyakarta menjadi tempat yang memiliki cukup banyak destinasi wisata, termasuk beberapa objek wisata yang dekat dengan Museum Sisa Hartaku. Destinasi wisata ini juga dapat dikunjungi setelah melihat-lihat museum yang memiliki koleksi berupa sisa-sisa amukan Gunung Merapi ini. Berikut daftar objek wisata menarik lainnya.

1. The Lost World Castle

The Lost World Castle merupakan destinasi wisata yang sangat menarik untuk dikunjungi. Berada di Cangkringan, destinasi ini menawarkan sebuah bangunan benteng istana yang seperti Benteng Takeshi. Destinasi wisata ini juga menawarkan beragam spot foto yang menarik, termasuk juga gagahnya Gunung Merapi.

2. Museum Omahku Memoriku

Sama halnya seperti Museum mini Sisa Hartaku, museum ini juga menyimpan beragam benda-benda yang tersisa dari letusan Gunung Merapi. Di museum inipun juga terdapat berbagai dokumentasi yang menujukan bagaimana dahsyatnya Gunung Merapi yang saat itu meletus. Meskipun isi koleksinya sama, namun destinasi wisata ini tidak kalah menarik untuk dikunjungi.

Objek Wisata Terdekat di Museum Sisa Hartaku
Image Credit: Google Maps Haryo PRESS

3. Warung Kopi Merapi

Sama seperti namanya, destinasi wisata ini merupakan sebuah warung kopi. Bedanya, tempat ini menawarkan keindahan alam dan suasana yang masih alami. Dengan begitu, pengunjung dapat menikmati secangkir kopi bersama teman atau mungkin keluarga sambil menikmati suasana alam di sekitarnya. Apalagi, kopi yang digunakan merupakan kopi asli hasil perkebunan di lereng Merapi.

4. Lava Tour Merapi

Lava Tour Merapi merupakan destinasi yang sangat populer, terutama bagi para pecinta petualangan. Tidak heran jika ada cukup banyak paket tour untuk menikmati keindahan Gunung Merapi. Biasanya paket tour ini akan membawa pengunjung ke beberapa titik. Untuk kendaraan yang digunakan adalah mobil jeep yang dapat melalui medan yang cukup sulit yang harus dilalui.

Museum Sisa Hartaku memiliki koleksi yang cukup berbeda dengan museum pada umumnya. Berupa sisa-sisa barang berharga yang diterjang letusan Gunung Merapi, meskipun tidak dapat digunakan lagi namun masih memiliki nilai yang sangat tinggi. Museum ini tidak hanya sebagai pengingat anak cucu dari pemilik museum, namun juga bagi para pengunjung agar tetap menghormati alam.