Harga Tiket: Rp 2.000, Jam Operasional: 09.00-15.00 WIB, Alamat: Jl. Pos Kota, Pinangsia, Kec. Taman Sari, Kota Jakarta Barat, DKI Jakarta; Map: Cek Lokasi

Jika anda berkunjung Kota Jakarta, rugi rasanya bila tak mengunjungi bangunan bersejarah yang satu ini. Museum Seni Rupa dan Keramik adalah salah satu gedung bersejarah di Indonesia yang menyimpan berbagai koleksi seni keramik dari seniman terkenal di Indonesia.

Salah satu koleksinya yang sangat penting dan menjadi unggulan di sana ialah lukisan “Bupati Cianjur” lukisan milik Raden Saleh. Tak hanya itu saja, di sana juga terdapat beberapa koleksi keramik serta masih banyak lagi koleksi lainnya yang cuma bisa anda lihat di sana. Ada juga perpustakaan di sana, yang berisi berbagai macam buku salah satunya buku yang membahas tentang seni rupa dan keramik.

Selain sebagai tempat liburan, Museum ini juga bisa dijadikan sebagai tempat wisata edukasi. Sebab, di sana anda tak cuma bisa liburan saja, tetapi juga bisa sambil belajar tentang sejarah Indonesia lewat buku-buku dan berbagai karya seni rupa dan keramik di sana. Museum ini cocok bila dijadikan pilihan tempat wisata liburan untuk menghabiskan akhir pekan bersama keluarga.

Sejarah Museum Seni Rupa dan Keramik

Sejarah Museum Seni Rupa dan Keramik
Image Credit: Google Maps Ajutor Donny T

Pada awalnya, gedung museum ini diresmikan pada tahun 1870 tepatnya di tanggal 12 Januari oleh Gubernur Jan Piter Mijen sebagai Kantor Pengadilan Belanda. Gedung ini memiliki arsitektur bangunan bergaya Romawi, Neo Klasik dengan 8 tiang besar di bagian depan bangunan. Arsitekturnya sendiri ialah W.H.F.H Van Raders. Museum ini awalnya memang bukan sebuah gedung museum.

Awalnya gedung ini digunakan Pemerintah Hindia Belanda sebagai Kantor Dewan Kehakiman. Namun sayangnya pada tahun 1944 Jepang mengambil alih bangunan museum ini, dan menjadikan bangunan ini sebagai gedung asrama militer Jepang atau Nederlandsche Mission Militer. Tapi setelah kemerdekaan Republik Indonesia gedung ini pun beralih fungsi.

Lalu kemudian pada tahun 1972 tepatnya di tanggal 10 Januari, museum ini barulah dijadikan gedung bersejarah serta cagar budaya dan dilindungi Negara. Kegunaan museum ini juga dimanfaatkan untuk Kantor Walikota Jakarta Barat. Perjalanan museum ini belum berhenti, hingga Soeharto menjadi Presiden bangunan ini mulai diresmikan sebagai gedung Balai Seni Rupa tanggal 20 Agustus 1976.

Peresmian itu dilakukan atas gagasan dari Adam Malik selaku Wakil Presiden kala itu. Barulah pada tahun 1977 tepatnya tanggal 10 Juni, Gubernur Ali Sadikin meresmikan Balai Seni Rupa tadi sebagai Museum Keramik. Jadi, museum itu tak hanya sebagai tempat penyimpanan beragam seni rupa saja, tetapi juga menyimpan beragam karya seni keramik.

Tak hanya itu saja, gedung ini juga dilengkapi dengan berbagai macam benda untuk dapat menambah jumlah koleksi sampai menjadi museum, bukan hanya sebagai balai. Hingga pada akhirnya di tahun 1990, Dinas Pariwisata DKI Jakarta meresmikan bangunan ini menjadi Museum Seni Rupa dan Keramik.

Koleksi Museum Seni Rupa dan Keramik

Koleksi Museum Seni Rupa dan Keramik
Image Credit: Google Maps Silvia Prasetio

1. Lukisan Sejarah

Koleksi pertama dari museum ini yakni lukisan sejarah. Ada beberapa lukisan yang sangat penting dan menjadi koleksi unggulan. Lukisan itu antara lain “Bupati Cianjur” lukisan milik Raden Saleh, “Pengantin Revolusi” lukisan milik Hendra Gunawan, “Ibu menyusui” lukisan milik Dullah, “Potret Diri” lukisan milik Affandi dan “Seiko” lukisan milik S.Sudjojono.

2. Beberapa Patung

Selain koleksi lukisan, di museum itu juga ada beberapa koleksi patung. Salah satunya patung klasik tradisional Bali, totem kayu magis dan simbolis hasil karya dari I Wayan Tjoko beserta keluarga besarnya. Ada juga Totem serta patung kayu hasil karya seniman modern lainnya, antara lain seperti Oesman Effendi, G.Sidharta, Mulyadi W dan masih banyak yang lainnya.

3. Koleksi Keramik

Tak hanya koleksi lukisan dan patung saja, di sana juga ada beberapa koleksi keramik. Koleksi keramik di sana cukup banyak, baik dari lokal maupun asing. Koleksi keramik lokal sendiri berasal dari berbagai macam sentra industri di berbagai daerah seperti Malang, Lombok, Bali, Palembang, Medan, Lampung Yogyakarta, Purwakarta dan masih banyak lagi.

Sementara koleksi keramik asing berasal dari Thailand, Jepang, China serta Thailand, tetapi yang paling banyak dari China terutama di masa Dinasti Ching dan Ming. Tak hanya itu, museum ini mempunyai keramik dari Kerajaan Majapahit abad ke 14 yang memiliki keistimewaan yang sangat indah serta bernilai sejarah dan juga memiliki keragaman bentuk dan fungsi.

4. Perpustakaan

Meskipun namanya Museum Seni Rupa dan Keramik, museum ini juga memiliki perpustakaan yang mengoleksi berbagai macam buku. Buku-buku yang menjadi koleksi di sini ada buku sejarah, dan yang paling banyak adalah buku tentang seni rupa dan keramik, bisa dijadikan buku panduan seni rupa.

Alamat dan Rute Menuju Lokasi

Alamat Museum Seni Rupa dan Keramik
Image Credit: Google Maps Nikolaus Herjuno

Museum ini terletak di Daerah Khusus Ibukota Jakarta, tepatnya di Kecamatan Taman Sari, Pinangsia, Jalan Pos Kota nomor 2. Lokasinya yang berada di pusat kota akan memudahkan anda untuk menemukannya. Anda bisa kesana dengan menggunakan kendaraan pribadi maupun kendaraan umum.

Bila anda dari Jakarta Pusat, anda bisa mengambil arah ke Jalan Salemba Raya lurus terus sampai menuju Jalan Pasar Senin. Setelah dari situ, lanjutkan perjalanan ke Jalan R.E Martadinata kemudian ke Jalan K.P Bandan. Dari situ anda bisa ke Jalan Kunir lalu belok kiri ke Jalan Kemukus, nanti di sebelah kanan jalan anda akan menemukan letak museum itu.

Harga Tiket Masuk

Tiket Museum Seni Rupa dan Keramik
Image Credit: Google Maps Army Gulardi

Harga tiket masuk ke museum ini berbeda-beda, antara perorangan dan rombongan. Untuk harga tiket perorangan, dewasa dikenakan biaya Rp 2.000,- per orang, mahasiswa dikenakan biaya Rp 1.000,- dan untuk pelajar Rp 600,-.

Sementara untuk rombongan sendiri tentunya lebih murah daripada harga perorangan. Untuk dewasa dikenakan biaya Rp 1.500,- per orang, mahasiswa dikenakan biaya Rp. 750,- dan untuk pelajar dikenakan biaya Rp 500,- saja. Museum ini buka setiap hari kecuali hari Senin dan libur Nasional. Jam operasional buka mulai pukul 9 pagi sampai pukul 3 sore.

Kegiatan yang Menarik Dilakukan

Kegaitan Museum Seni Rupa dan Keramik
Image Credit: Google Maps Jovellina Verbi Dei Minister

1. Melihat Koleksi Museum

Salah satu kegiatan menarik yang bisa anda lakukan jika ke Museum Seni Rupa dan Keramik adalah melihat-lihat koleksi museum. Tak hanya koleksi benda-benda keramik dan seni saja yang bisa anda lihat di sana, anda juga bisa melihat koleksi buku-buku yang ada di perpustakaan museum.

2. Mengambil Foto

Kegiatan menarik selanjutnya yang bisa anda lakukan di museum adalah mengambil foto. Sebab, berbagai koleksi benda-benda yang ada di sana serta gedung museum yang klasik, cocok di jadikan objek foto dan spot foto. Namun sayangnya, jika ingin berfoto di sana, anda diwajibkan untuk lapor kepada petugas keamanan yang ada di sana, karena tak bisa sembarangan orang bisa berfoto.

3. Membaca Buku

Kegiatan lain yang tak kalah seru yang bisa anda lakukan jika ke sana adalah membaca buku. Museum ini dilengkapi dengan perpustakaan yang menyediakan berbagai macam buku bacaan, mulai dari buku sejarah, sampai buku-buku tentang keramik dan seni. Cocok untuk menambah pengetahuan anda tentang sejarah dan seni.

4. Mencatat

Kegiatan lain yang tak kalah penting jika anda berkunjung ke museum adalah mencatat. Tak ada salahnya bila anda mencatat beberapa hal yang anda rasa penting sebagai ilmu pengetahuan. Apalagi di sana juga terdapat perpustakaan yang menyediakan berbagai sumber informasi, jadi selain liburan di sana anda juga bisa sekalian menambah wawasan.

Objek Wisata Dekat dari Museum Seni Rupa dan Keramik

Museum Wayang
Image Credit: Google Maps rondang aritonang

1. Museum Sejarah Jakarta

Museum Sejarah Jakarta atau biasa disebut Museum Fatahillah adalah bangunan bersejarah yang menyimpan berbagai macam koleksi sejarah Kota Jakarta. Jadi, bagi anda yang ingin mengetahui tentang sejarah Kota Jakarta, anda bisa mengunjungi museum ini.

2. Museum Taman Prasasti

Objek wisata yang letaknya dekat dengan Museum Seni Rupa dan Keramik selanjutnya adalah Museum Taman Prasasti. Museum ini memiliki berbagai macam prasasti nisan yang kuno dan juga miniatur makam dari 27 provinsi serta kereta jenazah yang antik. Bagi anda yang suka sekali dengan nuansa mistis atau horor, museum ini bisa jadi pilihannya.

3. Museum Wayang

Objek wisata terakhir yang dekatnya dengan Museum ini adalah Museum Wayang. Museum Wayang ini adalah museum yang menyediakan berbagai macam koleksi wayang, baik wayang kulit, kayu dan sebagainya. Bagi anda yang suka dengan wayang atau suka mengoleksi wayang, museum ini bisa jadi pilihannya.

Demikianlah ulasan singkat tentang Museum Seni Rupa dan Keramik serta objek wisata yang ada di sekitarnya. Di museum itu, selain anda bisa liburan, anda juga bisa sambil belajar tentang sejarah Indonesia lewat buku-buku dan berbagai karya seni dan keramik yang ada di sana. Semoga ulasan tadi bisa menjadi referensi liburan untuk anda dan keluarga ketika berkunjung ke Kota Jakarta.