Harga Tiket: Gratis, Jam Operasional: 09.00-15.00 WIB, Alamat: Jl. Slamet Riyadi, Sriwedari, Kec. Laweyan, Kota Surakarta, Jawa Tengah; Map: Cek Lokasi

Museum Radya Pustaka merupakan sebuah museum yang terletak di Provinsi Jawa Tengah atau lebih tepatnya di Kota Surakarta. Museum ini sendiri adalah museum paling tua yang pernah di bangun di Indonesia.

Sudah berdiri selama lebih dari 1 abad, membuat museum ini punya ciri khas tersendiri. Salah satunya adalah bentuk bangunan yang syarat akan nuansa budaya Jawa, serta koleksi yang berasal dari berbagai masa.

Hal tersebut tak terlepas dari kepekaan pemerintah lokal akan pengelolaan gedung museum yang selalu dijaga keasliannya. Perawatan pada gedung museum juga terus dilakukan agar nuansa tetap terjaga baik di dalam maupun pada lingkungan sekitar.

Sejarah Museum Radya Pustaka

Sejarah Museum Radya Pustaka
Image Credit: Google Maps Yohana Defrita Rufikasari

Museum ini telah berdiri sejak tahun 1890, artinya Museum Radya Pustaka sudah ada sejak 131 tahun yang lalu. Sultan yang memerintah keraton Surakarta saat itu, yaitu Sultan Pakubuwono IX memberikan titah kepada Raden Adipati Sosroningrat IV untuk membangun sebuah museum.

Lalu pada tanggal 28 Oktober 1890, museum ini resmi berdiri di area Surakarta. Pada tanggal 1 Januari tahun 1913, museum ini dipindahkan ke area jalan Slamet Riyadi.

Adapun tujuan pemindahan dari gedung museum adalah agar pengunjung yang datang bisa langsung mengunjungi museum. Juga membedakan letak museum dengan area keraton sehingga pengunjung yang datang tidak perlu merasa kebingungan.

Pada tahun 1913, area museum yang berada di jalan Slamet Riyadi masihlah berada di area milik rumah seorang Belanda. Namun ketika Indonesia sudah merdeka pada tahun 1945, kepemilikan museum kembali berpindah pada pemerintah Negara Indonesia.

Uniknya, museum ini tidak berada di bawah naungan lembaga terkait yang biasa mengurus tentang bangunan bersejarah. Melainkan ada di bawah Yayasan langsung yang dibentuk pada tahun 1952.

Nama Yayasan tersebut adalah Paheman Radyapustaka dan baru diadakan kegiatan rutin untuk pemeliharaan museum pada tahun 1966. Kala itu, seseorang yang menjaga bangunan museum memberitahu Go Tik Swan bahwa museum telah dikelola oleh Yayasan, sehingga pada tahun itu pula museum resmi berada di bawah lindungan Paheman Radyapustaka.

Koleksi Museum Radya Pustaka

Koleksi Museum Radya Pustaka.1
Image Credit: Google Maps Donny Winardi

Ketika memasuki bangunan Museum, pengunjung akan diberikan tampilan visual klasik yang memajang berbagai koleksi antik dari Kesultanan Surakarta dan kebudayaan Jawa. Ada banyak koleksi yang dapat pengunjung temukan di museum ini, diantaranya seperti patung arca, pusaka milik Kesultanan Surakarta, dan juga tulisan kuno dari penulis masa itu.

1. Patung Arca yang Gagah Berani

Karena berasal dari campuran kepercayaan serta kebudayaan, membuat koleksi dari museum ini memiliki dua sisi. Pada satu sisi, pengunjung akan melihat kentalnya latar belakang dari agama Hindu dan Budha.

Sedangkan pada sisi yang lain, pengunjung akan melihat bagaimana perkembangan dari budaya Jawa hingga sampai ke masa ini. Contohnya adalah patung arca yang ada di dalam bangunan museum.

Patung ini memiliki berbagai arti dan juga sebagai sebuah simbolis bagi masyarakat Jawa. Biasanya patung akan di pajang pada bagian depan rumah sebagai ikon untuk menyambut tamu, serta nilai luhur bagi orang-orang yang tinggal di dalam rumah.

2. Pusaka Kesultanan Surakarta

Selain memiliki koleksi patung arca yang gagah, Museum Radya Pustaka juga menyimpan koleksi puska dari Kesultanan Surakarta yang dipajang pada sebuah kotak kaca. Pengunjung dapat melihat berbagai koleksi seperti keris, pedang, perisai, dan juga tombak yang digunakan oleh para prajurit.

Benda-benda pusaka tersebut biasanya di arak keliling kota pada tanggal tertentu menurut penanggalan Jawa. Pengunjung bisa menonton acara pertunjukan yang biasa diadakan pada tanggal 1 di awal tahun Jawa atau malam 1 Suro.

Pusaka tersebut sengaja dikumpulkan dalam museum guna memberi gambaran kepada generasi muda, agar supaya tetap mengingat benda peninggalan nenek moyang. Lebih dari itu, pengunjung juga bisa belajar mengenai Kesultanan Surakarta dengan melihat benda sejarah yang mereka tinggalkan.

Koleksi Dimiliki Museum Radya Pustaka
Image Credit: Google Maps Laszlo Wagner

3. Tulisan Kuno

Pengunjung yang ingin menikmati hasil tulisan dari sastrawan atau empu saat Kesultanan Surakarta masih berjaya. Tentu bisa datang ke museum yang satu ini.

Sebab didalamnya ada banyak tulisan-tulisan dari para pendahulu yang memiliki banyak tema pada tulisan mereka. Diantaranya adalah sastra, puisi, cerita mengenai Kesultanan Surakarta, dan juga hikayat perjalanan masyarakat.

Jika pengunjung ingin mengetahui lebih jauh tentang arti dari tulisan yang ada di dalam kertas atau daun pada Museum Radya Pustaka. Maka pengunjung bisa membaca tentang informasi spesifik mengenai apa latar belakang, kapan tulisan ditemukan, serta tentang apakah tulisan tersebut pada papan informasi yang ada di bawah koleksi tulisan.

4. Tokoh Pewayangan

Koleksi lain yang dimiliki oleh museum ini adalah wayang kulit yang beberapa diantaranya dibuat langsung oleh Sultan Pakubuwono V. Pengunjung dapat menemukan koleksi tersebut di daerah sebelah barat museum.

Nama dari wayang ini adalah Kyai Rajamala, dan dahulu digunakan pada bagian depan kapal milik Sultan. Benda bersejarah ini memiliki dua versi, satu disimpan dalam museum dan yang satu lagi tersimpan rapi di dalam Keraton Surakarta.

Alamat dan Rute Menuju Lokasi

Alamat Museum Radya Pustaka
Image Credit: Google Maps Bambang Priyo Cahyono

Bagi pengunjung yang datang dari dalam kota atau Provinsi, maka pengunjung tinggal menuju ke Surakarta untuk bisa menikmati keindahan Museum Radya Pustaka. Sedangkan bagi pengunjung yang datang dari luar kota, maka pengunjung bisa datang menggunakan moda darat, laut, atau udara.

Setelah sampai ke Kota Surakarta, maka pengunjung bisa melanjutkan perjalanan hingga ke Laweyan. Ada dua alternatif kendaraan yang dapat pengunjung gunakan, yaitu kereta api dan juga kendaraan umum seperti bus atau angkot.

Dari Kecamatan Laweyan, pengunjung dapat naik lagi menggunakan angkutan umum sambung hingga menuju ke daerah Sriwedari. Kawasan ini berbatasan dengan Solo, sehingga pengunjung tidak akan sulit untuk menemukan markah jalan hingga ke Museum Radya Pustaka.

Selanjutnya pengunjung tinggal menuju ke Jalan Slamet Riyadi, dan bisa berjalan kaki hingga menemukan bangunan nomor 275. Perjalanan dari ruas utama hingga ke lokasi menempuh waktu sekitar 10 menit saja.

Harga Tiket Masuk Museum

Tiket Museum Radya Pustaka1
Image Credit: Google Maps Bambang Priyo Cahyono

Untuk bisa menikmati keindahan dari Museum, pengunjung tidak harus mengeluarkan biaya agar bisa masuk ke dalam bangunan museum. Namun bagi pengunjung yang baru pertama kali datang ke museum, pengunjung bisa menyewa jasa dari pemandu wisata.

Kisaran biaya yang harus pengunjung keluarkan sebagai bayaran atas jasa pemandu wisata tergantung dari kesepakatan antara pengunjung dengan pihak terkait. Biasanya jasa panduan wisata sekali jalan adalah sekitar Rp 300.000,00 hingga Rp 400.000,00 untuk satu hari.

Selain itu biaya yang harus pengunjung keluarkan adalah parkir, tentunya jika pengunjung datang menggunakan kendaraan pribadi. Tarif parkir di daerah sekitar museum terhitung normal, yaitu Rp 2.000,00 untuk kendaraan roda dua dan Rp 5.000,00 untuk kendaraan roda empat.

Kegiatan yang Menarik Dilakukan Pengunjung

Kegiatan Museum Radya Pustaka1
Image Credit: Google Maps Smk Muhammadiyah 2 Solo

1. Melihat Koleksi Museum

Ketika mengunjungi Museum Radya Pustaka, tentu kegiatan utama yang dapat pengunjung lakukan adalah melihat dan mengagumi koleksi dari museum ini. Pengunjung bisa melihat berbagai koleksi yang ada dan juga mempelajari tentang informasi dari koleksi tersebut.

Pengunjung juga dapat mengitari daerah museum yang luas guna melihat berbagai sudut dari museum. Tentunya karena benda bersejarah yang ada di museum ini ada berbagai macam, pengunjung juga dapat menghabiskan waktu di museum ini.

2. Memotret Keindahan Museum

Kegiatan lain yang bisa pengunjung lakukan ketika ada di dalam museum adalah memotret berbagai objek yang ada di dalam museum. Pengunjung bisa memotret wayang atau tulisan bersejarah untuk diunggah pada media sosial.

Pengunjung juga dapat menjadikan koleksi dari museum sebagai latar belakang untuk berswafoto ria. Karena tempat ini juga terkenal indah dan memiliki warna warni dari kebudayaan Jawa yang beragam.

3. Mempelajari Tentang Budaya

Selanjutnya, pengunjung bisa melakukan kegiatan lain seperti belajar tentang budaya Jawa dan sejarah dari perkembangan Kesultanan Surakarta. Pengunjung bisa membaca tentang informasi sejarah yang ada di bawah tulisan kuno.

Pengunjung juga dapat mengetahui lebih jauh mengenai tokoh pewayangan yang di pajang dalam museum. Lebih dari itu, pengunjung bisa mempelajari mengenai apa itu arca dan sejarahnya.

Objek Wisata Terdekat dari Museum Radya Pustaka

Objek lain Dekat Museum Radya Pustaka
Image Credit: Google Maps No Name

1. Kawasan Taman Sriwedari

Karena terletak tak jauh dari area Museum Radya Pustaka, membuat area taman dapat dijangkau dengan mudah oleh pengunjung. Tempat ini sering didatangi oleh wisatawan baik dari dalam maupun luar kota ketika berkunjung ke Surakarta.

2. Museum Batik

Berada di area Jalan Slamet Riyadi nomor 262, membuat tempat ini juga wajib untuk pengunjung datangi. Karena cukup dengan berjalan kaki tak lebih dari 5 menit, pengunjung sudah bisa sampai ke Museum Batik.

3. Kawasan Kampung Batik

Surakarta memang terkenal dengan kerajinan batiknya yang khas. Karena itu pula banyak pengunjung yang datang ke kawasan kampung batik untuk menikmati pemandangan warga lokal yang tengah membuat batik.

Museum Radya Pustaka merupakan peninggalan dari Kesultanan Surakarta yang masih ada hingga saat ini. Oleh karena itu, pengunjung bisa melihat banyak keindahan sekaligus belajar tentang sejarah kebudayaan Indonesia.