Harga Tiket: Rp 3.000, Jam Operasional: Pukul 08.00–16.00 WIB, Alamat: Jl. Raya Buduran – Jembatan Layang, Bedrek, Siwalanpanji, Kec. Buduran, Kab. Sidoarjo, Jawa Timur; Map: Cek Lokasi

Salah satu tempat bersejarah yang wajib dikunjungi di Sidoarjo yaitu Museum Mpu Tantular. Areanya sangat luas sekitar 3 hektar, sehingga mampu menampung banyak orang yang berdatangan. Mulai dari pintu utama terlihat gapura yang akan menyambut pengunjung. Selanjutnya di dalamnya banyak bangunan untuk menyimpan koleksi antik yang bisa dilihat oleh tamu.

Pada awalnya design bangunan museum terlihat sangat kuno dengan perawatan yang minim. Tetapi seiring berjalannya waktu, pemerintah setempat memperhatikan pembangunan museum agar lebih berkembang. Koleksinya pun terus ditambah untuk melengkapi wisata ini yang berasal dari benda aslinya maupun replika yang menyerupainya.

Banyak penemuan seperti teleskop, alat musik, serta alat peraga pembangkit listrik tenaga air yang diamankan oleh petugas museum Mpu Tantular. Fasilitas penunjangnya pun terlihat lengkap agar wisatawan yang berlibur bisa merasa nyaman. Tidak heran kalau setiap hari areanya selalu dipadati pengunjung baik dari lokal maupun luar negeri.

Sejarah Museum Mpu Tantular

Sejarah Museum Mpu Tantular
Image Credit: Instagram Tapal Sejarah https://www.instagram.com/tapalsejarah/

Pada tahun 1930 Von Faber membentuk lembaga Stedelijk Historisch Museum Soerabaia yang merupakan cikal bakal berdirinya Museum Mpu Tantular. Pemerintah setempat meresmikan tempat sejarah ini pada tanggal 25 Juli 1937. Tujuan dibentuknya yaitu untuk melestarikan budaya Jawa Timur yang tidak boleh dilupakan meskipun ada beberapa akulturasi budaya.

Setelah Von Faber meninggal dunia, museum ini terbengkalai dan tidak terawat. Sampai akhirnya tahun 1964 dikelola oleh Yayasan Pendidikan Umum. Setelah itu tempat ini menjadi lebih berkembang dengan perawatan yang dilakukan secara berkala. Adanya koleksi yang bertambah banyak membuat museum ini berpindah ke 3 tempat.

Awalnya bertempat di daerah Jalan Pemuda. Kemudian selang beberapa tahun dipindahkan ke Taman Mayangkara. Namun, kawasan ini belum bisa menampung benda-benda yang ada di museum. Akhirnya pada tahun 2004 pengelola setempat sepakat untuk menempatkan museum di daerah Sidoarjo.

Koleksi Museum Mpu Tantular

Image Credit: Google Maps Jus Qomar

1. Batik

Batik menjadi salah satu pakaian khas Indonesia yang dikembangkan di seluruh daerah termasuk di museum ini. Motif yang dipamerkan sangat banyak mulai dari batik sarung rawan, gajah oling, serta sarung tenun ikat. Semua batik tersebut melambangkan budaya Jawa Timur dengan corak warna yang berbeda-beda. Traveller hanya bisa melihatnya dari rak kaca dan tidak boleh menyentuhnya.

2. Arca

Perlu diketahui bahwa sebagian besar koleksi di Museum Mpu Tantular adalah arca bergaya Hindu Budha. Salah satunya yaitu arca prajna paramita yang menggambarkan sosok perempuan dengan tangannya yang memutar roda. Kemudian arca Brahmana, Siwa, dan dewa Wisnu sebagai bentuk penghormatan. Diyakini arca tersebut memiliki makna yang melambangkan tentang kehidupan.

Di sisi lain terdapat arca ganesha yang hidungnya menyerupai belalai gajah. Ganesha digambarkan memiliki 4 tangan yang memegang kapak dan patahan gading. Tidak hanya itu saja, pengunjung juga bisa melihat arca Dwarapala berbentuk patung Budha untuk mengusir roh jahat. Semua arca tersebut diletakkan di ruang terbuka serta dikelompokkan sendiri-sendiri.

3. Koleksi Prasejarah

Pada zaman prasejarah ada banyak peninggalan yang masih dilestarikan sampai sekarang. Batu gabro, peridotit, hingga batu endapan diyakini sebagai bahan yang digunakan oleh manusia purba pada tempo dulu. Ada yang berbentuk kecil dan besar tertata rapi di dalam rak kaca. Selain itu warnanya sangat unik bercorak hitam perak.

Koleksi prasejarah tidak hanya berupa batuan saja, tetapi terdapat juga fosil berupa tulang. Fosil tersebut berasal dari binatang, tumbuhan, dan manusia purba phitecantropus erectus yang sudah berumur ratusan tahun. Jika Anda berpindah ke sudut lain, nampak nekara asal Tuban dengan motif-motif yang mempunyai arti simbolis berdekatan dengan fosil kayu jati.

Koleksi Museum Mpu Tantular
Image Credit: Google Maps Lily Raa

4. Kendaraan Kuno

Museum Mpu Tantular memang memiliki koleksi lengkap termasuk kendaraan kuno yang unik. Terpampang sepeda tinggi yang diciptakan oleh James Starley pada tahun 1970. Kemudian sepeda kayu yang dibuat oleh Michael Klaser seseorang dari Jerman. Di sisi kanan dipamerkan pula sepeda motor uap yang pertama kali diproduksi pabrik Hidebrand Und Wolfmuller tahun 1885.

5. Koleksi Klasik

Di ruangan ini para pelancong dibawa ke dalam suasana yang menggambarkan tempo dulu. Ciri khasnya bisa dilihat dari peninggalan senjata pusaka berupa keris, naskah kuno, dan uang logam. Penjagaan di zona klasik ini lumayan ketat karena ada emas 22 karat yang tersimpan. Berdasarkan reliefnya hiasan ini adalah benda yang digunakan dari abad 12 sampai 13 Masehi.

Alamat dan Rute Menuju Lokasi

Alamat Museum Mpu Tantular
Image Credit: Instagram Komunitas Malam Museum

Alamat Museum Mpu Tantular terletak di Jalan Raya Baduran, Siwalanpanji, Kabupaten Sidoarjo Jawa Timur. Wisatawan yang dari luar kota bisa naik pesawat, kereta api, maupun bis karena letaknya sangat strategis. Dari arah bandara Juanda Surabaya hanya memerlukan waktu sekitar 1,5 jam untuk menuju lokasi. Tersedia pula travel bagi tamu yang tidak membawa kendaraan pribadi.

Jika Anda berangkat dari arah Surabaya bisa lurus ke arah selatan untuk melipir ke daerah Sidoarjo. Rutenya melewati Jalan Jenggolo untuk sampai ke daerah jembatan layang. Dari jembatan ini lurus saja untuk menuju ke Jalan Baduran.

Papan penunjuk jalan tersedia di sepanjang jalan besar agar traveller tidak tersasar. Namun untuk memastikannya lagi, wisatawan disarankan bertanya kepada penduduk sekitar agar lebih cepat sampai ke lokasi wisata.

Harga Tiket Masuk

Harga Tiket Museum Mpu tantular
Image Credit: Google Maps Ahmad Hasan Muthohar

Tempat bersejarah Museum Mpu Tantular menjadi pilihan berlibur dengan keluarga. Hal ini dikarenakan harganya yang ramah dikantong yaitu Rp 4.000 untuk dewasa dan Rp 3.000 untuk anak-anak. Dengan tarif tersebut Anda dapat menikmati keindahan museum mulai dari jam 8 pagi hingga 4 sore. Disarankan untuk mendatanginya saat hari Selasa sampai Minggu, karena hari Senin tutup.

Khusus pengunjung yang membawa kendaraan pribadi harus membayar karcis Rp 3.000 untuk sepeda dan Rp 5.000 untuk mobil. Namun, bagi yang rombongan membawa bis akan ada tarif tersendiri. Saat hari libur terutama Minggu tampak banyak orang yang berdatangan. Para traveller tidak usah khawatir karena lahan parkirnya sangat luas untuk menampung hingga 50 kendaraan.

Kegiatan yang Menarik Dilakukan Pengunjung

Kegiatan Dilakukan Museum Mpu tantular
Image Credit: Google Maps Ucie Item

1. Mengunjungi Galeri Von Faber

Seperti diketahui bahwa Von Faber adalah pendiri Museum Mpu Tantular yang berketurunan Jawa Jerman. Disini memamerkan aneka busana pengantin tradisional dari Banyuwangi, Madura, Surabaya, dan daerah sekitarnya. Selain itu terdapat topeng dan peralatan yang pernah digunakan oleh Von Faber semasa hidupnya. Semua koleksi tersebut masih dilestarikan sampai saat ini.

2. Menjepret Foto

Mengabadikan momen melalui kamera atau smartphone memang banyak dilakukan saat berlibur. Apalagi di area museum banyak bangunan yang bergaya klasik untuk dijadikan spot foto menarik. Para traveller juga dapat memotret koleksi antik serta informasi yang tertulis. Ajak keluarga agar aktivitas tersebut semakin menyenangkan.

3. Mengamati Benda Antik

Pada bagian luar museum ini terlihat beberapa arca dari zaman Hindu Budha yang tertata rapi. Pengunjung bisa melihat sekaligus menyentuhnya asalkan tidak merusak koleksinya. Sedangkan di bagian dalam terdapat benda antik yang tidak ternilai harganya, mulai dari emas, logam, dan batu-batuan. Disini wisatawan tidak boleh menyentuh karena sudah dilindungi oleh kaca.

Objek Wisata Terdekat dari Museum Mpu Tantular

Wisata Terdekat dari Museum Mpu Tantular
Image Credit: Google Maps Asih Restu Utami

1. Wisata Lumpur Lapindo

Dahulu ada bencana yang diakibatkan oleh perusahaan pengeboran lumpur di daerah Sidoarjo yang menelan banyak korban. Namun di balik itu semua, tempat ini dijadikan wisata berlibur untuk mengenang kejadian tersebut. Pengunjung dapat melihat lautan lumpur dengan patung yang menyerupai orang tenggelam. Disini tidak ada tarif tiket masuk, hanya perlu membayar parkir saja.

2. Alun-Alun Sidoarjo

Tidak jauh dari Museum Mpu Tantular terdapat alun-alun kota. Destinasi ini sangat cocok untuk bersantai melepas penat di sela-sela kesibukan Anda. Tempatnya luas dikelilingi dengan rumput dan pohon hijau sehingga sangat cocok digunakan berolahraga seperti jogging. Para pelacong dapat berfoto di area maskot Sidoarjo yaitu monumen patung udang yang ikonis.

3. Suncity Waterpark

Wahana bermain air ini berada di kawasan Jalan Pahlawan yang berada di tengah kota. Tidak hanya bermain air saja, tetapi nampak permainan lain seperti perosotan naga, lazy river, hingga bom-bom car yang bisa dinikmati. Saat hari tertentu ada pertunjukan yang ditampilkan oleh petugas setempat berupa kesenian musik dan tarian tradisional. Anda bisa menghabiskan waktu disini sampai sore hari.

4. Taman Abhirama

Bagi pengunjung yang ingin menikmati liburan gratis bersama keluarga, bisa mampir ke taman abhirama. Di taman ini udaranya terasa sejuk serta dilengkapi dengan permainan anak. Tamu yang berdatangan bisa pula duduk di gazebo yang telah tersedia. Pada sisi lain nampak kolam ikan dan patung-patung hewan yang menambah kesan eksotis dari taman abhirama.

Demikian beberapa uraian mengenai Museum Mpu Tantular yang dijadikan sebagai tempat bersejarah. Letaknya yang strategis akan membuat Anda mudah untuk menemukan lokasi wisatanya. Ajak keluarga atau kerabat terdekat untuk berlibur sekaligus belajar sejarah. Hal yang terpenting tetap patuhi aturan di dalam museum dan tidak merusak koleksi-koleksinya.