Harga Tiket: Rp 2.000, Jam Operasional: 08.00-16.00 WIB, Alamat: Jl. Dr. Abdul Rahman Saleh, Kec. Senen, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta; Map: Cek Lokasi

Sebelum diberi nama Museum Kebangkitan Nasional, dahulu bangunan ini pernah mengalami beberapa fungsi. Awal penjajahan Belanda diketahui bangunannya bernama STOVIA atau sekolah dokter Jawa. Kemudian saat zaman pemerintahan Jepang dijadikan sebagai tahanan pasukan Belanda yang melawan Jepang. Sampai akhirnya setelah merdeka dialih fungsikan menjadi museum.

Tujuan didirikannya museum untuk memperingati hari kebangkitan nasional dan menghormati jasa para pahlawan pejuang bangsa. Desain arsitekturnya masih mempertahankan bangunan lama dan ada beberapa bangunan baru karena proses renovasi. Dari depan terlihat gapura selamat datang dan bendera merah putih yang berkibar tampak menambah keunikan destinasi ini.

Lahannya diperkirakan mempunyai luas sekitar 15.000 meter persegi dengan dinding yang kokoh. Setiap ruangannya dilengkapi dengan koleksi yang berbeda-beda dengan penjagaan ketat. Areanya pun selalu dijaga kebersihannya agar pengunjung yang berlibur merasa nyaman. Tidak heran jika wisata ini juga banyak diminati oleh turis dari luar negeri.

Sejarah Museum Kebangkitan Nasional

Sejarah Museum Kebangkitan Nasional
Image Credit: Google Maps Riyan Permana

Museum ini merupakan bangunan bersejarah yang diresmikan pada 20 Mei 1974. Pada zaman penjajahan Belanda bangunan ini digunakan untuk gedung sekolah yang biasa disebut STOVIA atau sekolah dokter. Kemudian saat gedungnya dipindahkan, pemerintah memutuskan untuk menjadikannya sebagai museum agar masyarakat bisa mengenang jasa pahlawan lewat tempat ini.

Selain itu museum tersebut diyakini menjadi saksi bisu kelahiran organisasi Trikoro Dharmo dan Budi Utomo. Beberapa tokoh seperti Ki Hajar Dewantara dan Soetomo pun pernah belajar pengetahuan disini. Oleh karena itu, pemerintah setempat terus menjaga bangunannya supaya bisa dinikmati sepanjang masa. Museum ini juga dijadikan cagar budaya yang tidak boleh dirusak oleh siapapun.

Koleksi Museum Kebangkitan Nasional

Koleksi Museum Kebangkitan Nasional
Image Credit: Google Maps doc_dells

1. Naskah Kuno

Pada ruangan lain di dalam Museum tersedia beberapa naskah kuno yang pernah dibuat oleh pahlawan terdahulu. Naskah tersebut diabadikan dengan diberi pigura dan ditempelkan di dinding. Pada setiap tulisannya juga dilengkapi dengan foto pahlawan. Semuanya dirawat dengan baik disini dan dibersihkan secara berkala agar tidak terlihat usang.

Masyarakat yang datang dapat melihat atau memotret naskah ini. Diketahui beberapa teksnya masih menggunakan bahasa Belanda dan belum ada terjemahnya. Hal ini dikarenakan dahulu tempatnya yang masih digunakan sebagai pusat sekolah. Namun, jangan khawatir karena beberapa naskahnya juga masih ada yang menggunakan bahasa Indonesia sehingga dapat dibaca dan dipelajari.

2. Patung

Patung di area museum ada yang berbentuk tokoh pahlawan, orang Belanda, hingga masyarakat pada tempo dulu. Konsepnya dikelompokkan berbeda-beda ada patung yang menggambarkan anak sekolah hingga beberapa orang yang sedang diskusi di meja panjang. Hal tersebut melambangkan suasana kegiatan zaman dahulu yang dilakukan di bangunan museum.

Semua patungnya dilengkapi dengan informasi tulisan sejarah secara singkat. Koleksi tersebut dibuat langsung oleh para seniman yang membutuhkan waktu cukup lama dalam proses pengerjaannya. Maka dari itu, petugas memberikan garis pembatas pada beberapa patung agar tidak bisa disentuh oleh banyak orang. Anda yang berlibur diharapkan tetap menjaga patung dan tidak merusaknya.

3. Senjata

Seperti di tempat bersejarah lainnya, museum ini mempunyai koleksi senjata tradisional. Mulai dari pistol, senapan, meriam, dan masih banyak lagi senjata tajam. Dahulu benda tersebut diyakini digunakan pahlawan untuk perang melawan penjajah. Semuanya tersimpan rapi di dalam rak kaca sehingga hanya bisa dilihat dari kejauhan.

Sampai saat ini koleksi senjata ini masih dijaga keberadaannya dan diberi perawatan secara khusus agar tidak berkarat. Hal ini dikarenakan bahannya terbuat dari logam dan besi yang sudah kuno. Benda antik tersebut diyakini sebagai kekayaan museum yang tidak ternilai harganya. Sehingga pengelola terus melestarikan keberadaannya agar dapat dilihat dari masa ke masa.

Alamat dan Rute Menuju Lokasi

Alamat Museum Kebangkitan Nasional
Image Credit: Google Maps seno ajie

Alamat Museum Kebangkitan Nasional berada di Jalan Dr Abdul Rahman Saleh No 26, Kota Jakarta Pusat. Letaknya di tengah kota sehingga dekat dengan bandara, stasiun, maupun halte sehingga memudahkan perjalanan traveller. Jika pengunjung berangkat dari arah bandara internasional soekarno hatta maka hanya memerlukan waktu sekitar 40 menit saja untuk sampai ke museum.

Akses jalannya mudah dilalui sepeda motor maupun mobil, namun bagi wisatawan yang tidak membawa kendaraan pribadi maka bisa naik angkutan umum. Angkutan yang melewati rute museum yaitu busway trans Jakarta. Pemberhentiannya di sekitar Kwitang, lalu Anda dapat berjalan kaki untuk masuk ke jalan Abdul Rahman Saleh. Dari sini akan nampak museum berada di kiri jalan.

Sepanjang jalan raya terdapat papan penunjuk jalan untuk mengarahkan pengunjung ke wisata. Anda yang baru pertama kali datang juga bisa mengaksesnya melalui google maps atau bertanya langsung kepada penduduk setempat. Di sekitarnya pun disediakan penyewaan travel jika wisatawan ingin langsung sampai ke wisata. Pada hari libur disarankan datang mulai pagi agar tidak terkena macet.

Harga Tiket Masuk

Tiket Museum Kebangkitan Nasional
Image Credit: Google Maps Ain Mushalin

Sebelum masuk ke wisata Museum Kebangkitan Nasional pengunjung akan dikenai tarif tiket. Harganya bervariasi mulai dari Rp 2.000 untuk dewasa dan Rp 1.000 untuk anak-anak diatas 1 tahun. Biasanya turis mancanegara yang berlibur pun juga akan dikenai tarif sendiri yaitu Rp 10.000 per orang. Dengan harga tersebut Anda sudah bisa menikmati museum mulai pagi sampai sore.

Tak hanya itu khusus traveller yang membawa kendaraan pribadi diharapkan membayar tiket karcis. Harganya Rp 2.000 untuk sepeda motor dan Rp 5.000 untuk kendaraan roda empat. Bagi yang rombongan dengan bis besar biasanya akan dikenai tarif karcis Rp 10.000. Semua biaya-biaya itulah yang digunakan oleh pengelola setempat untuk perawatan bangunan dan koleksi museum.

Kegiatan yang Menarik Dilakukan

Kegiatan Museum Kebangkitan Nasional
Image Credit: Google Maps indra hidayata

1. Berkeliling

Lahan museum yang lumayan luas banyak dijadikan pengunjung untuk berkeliling. Anda dapat melihat koleksi museum secara lebih dekat dengan melakukan aktivitas ini. Biasanya petugas juga bersedia menemani pengunjung untuk menunjukkan rute jalan di dalam museum. Pada sudutnya pun difasilitasi beberapa kursi yang dapat dijadikan tempat istirahat usai berkeliling.

2. Melihat Koleksi Antik

Di area dalam Museum Kebangkitan menyuguhkan pameran benda antik peninggalan zaman dahulu. Mulai dari koleksi asli maupun replika buatan manusia. Traveller bisa ke lantai 1 maupun lantai atas untuk melihat semua koleksinya yang tampak berbeda-beda. Namun hal terpenting saat melihatnya yaitu tidak boleh menyentuh benda tersebut agar tidak rusak.

4. Hunting Foto

Mengabadikan momen memang menjadi hal yang wajib dilakukan saat berlibur. Apalagi di dalam museum ini menawarkan banyak spot foto yang menarik dan estetik. Tidak hanya itu, wisatawan juga bisa memotret koleksinya untuk dijadikan kenang-kenangan. Saat hari libur akan nampak para pelancong yang bergantian menjepret foto di sudut museum.

5. Membaca Sejarah

Tidak lengkap rasanya jika berlibur ke Museum ini tetapi tidak mempelajari sejarah yang ada. Wisatawan dapat membaca informasi lengkap mulai dari nama, tanggal ditemukan, dan sejarah koleksi yang ada di setiap ruangan museum. Selain itu Anda juga dapat bertanya langsung kepada petugas mengenai sejarahnya secara rinci.

Objek Wisata Terdekat dari Museum Kebangkitan Nasional

Taman Suropati
Image Credit: Google Maps Nurman Riyadi Rahman

1. Taman Suropati

Taman suropati menjadi salah satu tujuan wisata usai berlibur dari Museum Kebangkitan Nasional karena jaraknya hanya sekitar 3 km saja. Lahannya begitu luas dengan ditanami pohon hijau yang sejuk dipandang mata. Udaranya pun terasa sejuk apalagi jika dikunjungi saat pagi maupun sore hari. Taman umum ini dapat Anda nikmati secara gratis karena tidak ada tarif tiket masuknya.

2. Pecenongan

Pecenongan atau bisa dibilang pusat kuliner diketahui sudah ada sekitar tahun 1970. Disini banyak berjejer rumah makan kaki lima hingga restaurant yang menawarkan kuliner khas kota Jakarta. Wisatawan dapat memilih sendiri aneka menu yang disediakan dan tentunya harganya dijamin murah. Tempat legendaris ini memang cocok dikunjungi bersama keluarga atau teman terdekat.

3. Taman Mini Indonesia Indah

Taman ini adalah komplek arena pertunjukan, wahana permainan, dan museum yang dibangun satu lokasi. Di dalamnya terlihat replika rumah adat tradisional dari 34 provinsi yang dilengkapi dengan patung. Tempatnya yang luas bisa digunakan untuk olahraga jogging atau bersepeda. Tarif tiketnya sendiri bervariasi tergantung dari wahana yang ingin dikunjungi di taman mini Indonesia indah.

4. Tugu Proklamasi

Diketahui tujuan didirikannya tugu proklamasi yaitu untuk memperingati kemerdekaan Indonesia. Dari depan tampak patung pahlawan Soekarno dan Hatta seperti membacakan teks proklamasi. Selain itu bangunan ini juga mempunyai relief yang isinya menggambarkan proklamasi. Traveller yang dari arah museum dapat menempuh waktu 10 menit untuk menuju wisata ini.

Nah itulah penjelasan singkat mengenai Museum Kebangkitan Nasional mulai dari sejarah, koleksi, hingga alamatnya. Wisatawan yang berlibur ke kota Jakarta bisa menyempatkan diri mengunjungi museum tersebut. Harga tiketnya yang murah juga menjadikannya cocok digunakan sebagai wisata keluarga. Jangan lupa bawa kamera agar Anda dan keluarga dapat mengabadikan momen.