Harga Tiket: Rp 3.000, Jam Operasional: Pukul 08.00 – 14.00 WIB, Alamat: Jl. Diponegoro No.57, Cihaur Geulis, Kec. Cibeunying Kaler, Kota Bandung, Jawa Barat; Map: Cek Lokasi

Kota Bandung adalah ibukota dari Provinsi Jawa Barat yang memiliki banyak tempat wisata. Salah satunya adalah Museum Geologi yang dibangun pada tahun 1928 oleh pemerintah Hindia Belanda saat itu.

Museum ini menjadi salah satu destinasi wisata yang sering dikunjungi oleh wisatawan dari berbagai daerah. Hal tersebut juga sejalan dengan tempat pariwisata lain di Kota Bandung yang juga ramai di datangi oleh masyarakat.

Tempat ini menyimpan koleksi berupa fosil sejarah, bebatuan yang mengandung mineral, dan juga materi geologi lainnya. Semua koleksi yang ada di bangunan museum, berasal dari pekerja Indonesia yang sejak tahun 1850 sudah mengumpulkan hasil geologi dari kerja lapangan.

Sejarah Museum Geologi

Sejarah Museum Geologi
Image Credit: Twitter yaudahlaya

Museum ini pertama kali dicetuskan oleh Pemerintah Hindia Belanda dengan tujuan mengabadikan koleksi batu-batu mineral. Pada tahun 1929, Pemerintah Kolonial kemudian meresmikan museum ini dengan nama Geologisch Laboratorium.

Setelah merdeka, Pemerintah Indonesia tetap mempertahankan keberadaan museum dan juga terus menjaga koleksi yang ada di dalamnya. Pada tahun 2000, Wakil Presiden Megawati Soekarnoputri yang menjabat saat itu kembali meresmikan pembukaan museum setelah mengalami renovasi.

Museum Geologi memiliki 2 lantai utama yang menggambarkan tentang koleksi berbeda pada tiap lantai. Masing-masing lantai juga memiliki sudut gedung yang menyimpan koleksi tersendiri, misalnya seperti sudut timur, tengah, dan barat pada lantai 1 museum.

Hingga sekarang, koleksi yang ada di dalam museum terus bertambah dengan semakin sering ditemukannya bebatuan mineral langka dan juga fosil makhluk hidup. Ada lebih dari 5000 koleksi terpajang pada bagian dinding maupun di dalam kotak kaca yang tersebar di dalam museum.

Koleksi Museum Geologi

Image Credit: Google Maps Nobrya Husni

Pengunjung dapat menemukan koleksi fosil makhluk hidup yang pernah tinggal pada kisaran waktu ratusan hingga jutaan waktu lalu di ruang depan museum. Selain itu, ada juga koleksi seperti bebatuan langka, bahan mineral dari dalam tanah, dan gambar dimana benda-benda tersebut ditemukan.

1. Fosil Makhluk Hidup

Pada lantai 1 Museum Geologi, pengunjung dapat menemukan berbagai fosil langka seperti hewan T-Rex dan juga ular raksasa yang hidup pada jutaan tahun lalu. Posisi fosil-fosil tersebut berada di bagian Timur lantai 1.

Pengunjung juga dapat menemukan keterangan mengenai bagaimana fosil itu ditemukan oleh para penggali. Serta melihat bagaimana makhluk hidup tersebut hidup dengan visualisasi tiga dimensi yang ada di bagian bawah patung sebagai keterangan.

Ada pula keterangan lain seperti masa hidup dari fosil, dan juga nama latin dari fosil yang ditemukan. Pengunjung dapat mengetahui lebih jauh informasi tersebut dengan cara membaca data di bawah fosil.

2. Bebatuan Langka

Jika pada bagian Timur di lantai 1 menyimpan banyak koleksi tentang fosil makhluk hidup. Maka pada bagian Barat ada koleksi dari bebatuan langka dan juga bebatuan pembentuk bumi.

Batu-batu mineral tersebut dikumpulkan oleh para ahli dengan tujuan mengedukasi pengunjung agar lebih mengetahui usia bumi. Memiliki jenis kepadatan yang bervariasi, batu-batu tersebut juga menyimpan informasi tentang waktu.

Maksudnya adalah, kepadatan pada batu mineral biasanya berasal dari berapa banyak waktu yang dihabiskan untuk mengkristalkan mineral dalam batu. Hal tersebut bisa membuat pengunjung lebih mengetahui alasan kenapa batu mineral itu langka.

3. Visual Geologi

Pada ruang Tengah, pengunjung dapat menemukan layar animasi yang menjelaskan tentang topologi dan juga pembentukan bumi maupun lapisan kerak bumi. Pengunjung bisa memperoleh informasi mengenai bebatuan dan juga tanah.

Ruang Tengah juga menyediakan informasi mengenai bangunan museum. Pengunjung dapat menemukan letak museum secara rinci dan juga lebih jelas ketika mengunjungi ruangan ini.

Pengelola Museum Geologi juga memberikan fasilitas berupa buku panduan untuk menemani pengunjung. Tujuannya adalah agar visualisasi bisa lebih mudah dipahami oleh para pengunjung.

Koleksi di Museum Geologi
Image Credit: Google Maps Wahyu Maulana Endris

4. Koleksi Maket Tambang Emas

Kala pengunjung naik ke lantai 2 dan menuju ke bagian Tengah. Pengunjung dapat menemukan koleksi dari salah satu tambang terbesar di dunia, yaitu tambang di Irian Jaya. Bagian ini juga memiliki koleksi bebatuan dari tambang tersebut.

Pengunjung bisa melakukan wisata edukasi tentang bagian tambang mana yang sering diambil. Juga tentang bagaimana perusahaan tambang melakukan pekerjaan untuk bisa menembus tanah.

5. Koleksi Manfaat Batu Mineral

Bagian Timur lantai 2 terdapat informasi mengenai batu mineral dan manfaatnya bagi kehidupan manusia. Pengunjung dapat mengetahui lebih jauh tentang jenis batu apa yang memiliki manfaat dan batu apa yang tidak.

Informasi yang ada pada bagian gedung ini meliputi manfaat serta kegunaan batu baik secara tradisional atau modern. Informasi lain yang tersedia pada sisi gedung ini juga memuat tentang penggunaan batu mineral pada kehidupan individu.

Alamat dan Rute Menuju Lokasi

Image Credit: Instagram Kementerian ESDM

Jika pengunjung ingin datang ke Museum Geologi yang ada di Kota Bandung. Maka pengunjung bisa memanfaatkan berbagai akomodasi yang tersedia, sebab akses menuju lokasi museum terhitung mudah.

Untuk pengunjung yang datang dari luar kota, maka bisa menuju stasiun atau terminal paling dekat dari Kota Bandung. Sedangkan untuk pengunjung yang berasal dari dalam kota, ada akomodasi seperti angkot dan juga bus umum yang dapat membawa pengunjung sampai ke museum.

Jalur pertama yang harus pengunjung datangi adalah daerah Gedung Sate. Ada angkot berwarna hitam dari pusat Kota Bandung yang biasanya melintasi jalanan di area Gedung.

Selanjutnya pengunjung dapat melanjutkan perjalanan menuju Jalan Diponegoro dan berjalan kaki selama kurang lebih 10 menit. Jika pengunjung menemukan nomor 57 pada sisi depan bangunan, maka pengunjung telah sampai ke museum ini.

Cara lain yang bisa pengunjung manfaatkan agar bisa sampai ke museum adalah menggunakan panduan dari peta daring. Karena berada di pusat kota, membuat akses ke lokasi museum dapat lebih mudah untuk diketemukan.

Tambahan lain yang perlu pengunjung ketahui adalah museum ini tidak buka sepanjang hari. Museum hanya buka sejak pukul 9.30 pagi hingga 3.30 sore pada hari biasa.

Sedangkan pada akhir pekan, museum ini buka sejak pukul 9.30 hingga pukul 2 siang saja. Museum ini juga tutup pada hari besar dan hari libur nasional.

Karena itu, pengunjung harus mengetahui kapan waktu yang tepat untuk datang. Tujuannya adalah agar waktu kedatangan dengan waktu buka museum bisa selaras.

Harga Tiket Masuk Wisata Museum

Harga Tiket Museum Geologi
Image Credit: Google Maps Elida

Untuk bisa masuk ke dalam museum, biaya yang harus pengunjung keluarkan adalah sebesar Rp 3000,00 bagi golongan umum. Sedangkan bagi pengunjung mahasiswa, biaya masuk ke dalam Museum Geologi adalah sebesar Rp 2000,00 saja.

Pihak pengelola memberikan harga berbeda untuk pengunjung yang datang dari luar negeri, yaitu sebesar Rp 10.000,00 per orang. Artinya saat pengunjung datang ke dalam museum, pengunjung harus menunjukkan kartu identitas seperti KTP atau Kartu Pelajar.

Biaya lain yang harus pengunjung keluarkan adalah biaya parkir. Jika pengunjung datang menggunakan kendaraan roda dua, maka biaya parkirnya adalah sebesar Rp 2.000,00.

Namun jika pengunjung datang menggunakan kendaraan roda empat atau lebih. Maka biaya parkir yang harus pengunjung keluarkan adalah sebesar Rp 5.000,00 per kendaraan.

Aktivitas yang Menarik Dilakukan Pengunjung

Aktivitas Menarik di Museum Geologi
Image Credit: Google Maps Ksatria Petir

Saat berkunjung ke Museum Geologi, pengunjung bisa melakukan berbagai kegiatan menarik. Diantaranya adalah belajar sejarah, mengetahui informasi tentang fosil dan bebatuan, serta mengabadikan momen indah dengan kamera.

1. Belajar Sejarah

Karena memiliki banyak koleksi fosil dan juga bebatuan mineral, museum ini tentu bisa menjadi sarana belajar sejarah yang baik. Pengunjung bisa membaca serta memahami informasi yang disediakan oleh pengelola museum.

Pengunjung juga dapat menonton visualisasi berupa gambar animasi bergerak yang ada di lantai 1. Hal tersebut dapat membantu pengunjung memahami sejarah pembentukan bumi dengan lebih baik lagi.

2. Belajar Tentang Fosil dan Bebatuan

Kegiatan lain yang dapat pengunjung lakukan saat ada di Museum Geologi adalah belajar tentang awal terbentuknya kehidupan. Juga bagaimana bebatuan yang mengandung mineral bisa ada di dalam tanah.

Informasi mengenai usia batu dan pembentukan mineral hingga mengeras serta berubah jadi sebuah batu. Tentu dapat menjadi nilai tambah tersendiri dan memberikan pengetahuan baru bagi pengunjung yang datang ke museum.

Aktivitas di Museum Geologi
Image Credit: Google Maps Muhammad Nur Abdillah

3. Memotret Fosil dan Bebatuan

Selanjutnya, pengunjung bisa memotret objek dari koleksi yang ada di dalam museum. Kegiatan ini bisa membuat pengunjung mengabadikan momen indah saat berada di dalam museum.

Pengunjung juga bisa melakukan swafoto bersama teman atau kerabat dan orang terkasih. Karena di dalam museum terdapat banyak spot indah yang dapat pengunjung manfaatkan sebagai latar belakang saat berfoto ria.

4. Mengetahui Manfaat Batu Mineral

Kegiatan lain yang dapat pengunjung lakukan saat berada di dalam Museum Geologi adalah mengetahui lebih jauh manfaat dari batu mineral. Keberadaan batu mineral sendiri dianggap dapat membantu kehidupan manusia.

Pada kehidupan sehari-hari misalnya, bebatuan mineral dapat membantu manusia untuk dijadikan bahan bakar. Batu bara sendiri termasuk ke dalam batu mineral yang manfaatnya masih dapat dirasakan oleh manusia sampai hari ini.

Objek Wisata Terdekat dari Museum Geologi

Image Credit: Google Maps Puspita Oktorany

1. Kawasan Museum Pos Indonesia

Bagi pengunjung yang ingin berjalan-jalan di sekitar Museum Geologi, maka pengunjung dapat mendatangi kawasan museum Pos Indonesia. Daerah ini terkenal dengan berbagai koleksi dari sejarah perkembangan Kantor Pos.

Koleksi-koleksi yang dimiliki oleh museum Pos Indonesia diantaranya adalah materai pos yang pernah dibuat, metode pos yang pernah digunakan, dan juga kendaraan untuk mengantarkan surat. Selain itu, pengunjung juga dapat menemukan informasi mengenai perkembangan pos hingga sampai seperti sekarang.

2. Taman Lansia

Untuk pengunjung yang ingin sekedar bersantai dan melepas penat dari kegiatan. Maka pengunjung dapat mendatangi taman lansia yang ada di Jalan Cisangkuy.

Tempat ini terkenal dengan area taman yang indah dan juga tersedia tempat khusus bagi lansia. Pengunjung bisa melakukan aktivitas seperti olahraga atau piknik di area taman ini.

3. Kawasan Gedung Sate

Gedung yang sejak dahulu dijadikan sebagai maskot atau penanda Kota Bandung ini tentu menjadi salah satu objek wisata yang sayang untuk dilewatkan. Pengunjung bisa menikmati keindahan dari gedung Sate dari luar maupun dalam gedung.

Daerah ini memiliki keindahan berupa tanah lapang yang luas. Juga memiliki banyak spot indah untuk berfoto ria.

Museum Geologi sendiri menyimpan sejarah yang panjang hingga bisa tetap tegak berdiri sampai sekarang. Tentunya hal tersebut tak terlepas dari peran masyarakat dan pemerintah yang terus menjaga kelestarian museum yang satu ini.