Harga Tiket: Rp 5.000, Jam Operasional: Pukul 08.00 – 16.00 WIB, Alamat: Jl. Lada 3, Pinangsia, Kec. Taman Sari, Kota Jakarta Barat, DKI Jakarta; Map: Cek Lokasi

Museum Bank Indonesia ataupun sering disingkat menjadi Museum BI merupakan salah satu tempat bersejarah yang ada di Kota Jakarta. Bangunannya sendiri mengusung konsep neo-klasik yang juga perpaduan dari pengaruh lokal yang telah mendunia.

Museum yang unik tersebut juga tidak pernah sepi oleh pengunjung. Bahkan, bukan hanya wisatawan dalam negeri saja yang berkunjung, melainkan banyak pula wisatawan asing yang berkunjung. Segala daya tarik yang ditawarkan oleh museum yang satu menjadikannya sebagai salah satu tujuan tempat wisata yang cukup populer dan favorit.

Selain keunikan dari bangunannya, namun ternyata panorama yang menarik juga dapat Anda rasakan apabila mengunjungi tempat tersebut. Apalagi, di sana pengunjung tidak hanya bisa menghabiskan waktu berlibur saja, akan tetapi sembari wisata edukatif. Sehingga, banyak sekali manfaat atau pengetahuan baru yang diperoleh setelah datang ke Museum BI.

Sejarah Museum Bank Indonesia

Sejarah Museum Bank Indonesia
Image Credit: Instagram Tommy ‘immotz’ Arnold

Sebagian besar museum yang ada di Indonesia mempunyai cerita atau kisah menarik yang menjadi alasan pendiriannya. Hal itu juga tidak terkecuali dengan museum bersejarah yang satu ini. Museum Bank Indonesia ini pertama kali mulai dibangun pada tahun 1828. Dahulu kala museum tersebut merupakan tempat beroperasinya De Javasche Bank.

Dulunya, bangunan Museum BI tersebut juga digunakan sebagai rumah sakit umum yang diberi nama sebagai Binnen Hospital. Dikarenakan mempunyai nilai sejarah yang terbilang cukup tinggi, maka Museum BI ini akhirnya beralih fungsi menjadi De Javasche Bank. Setelah itu, dinasionalisasikan lagi menjadi Bank Indonesia atau Bank Sentral Indonesia di tahun 1853 silam.

Tetapi, gedung ini hanya dioperasikan hingga tahun 1962 saat Bank Indonesia dipindahkan ke Thamrin, Jakarta Pusat. Lalu, gedung bekas Bank Indonesia ini dibiarkan kosong begitu saja. Namun, demin menjaga nilai sejarah yang ada di dalamnya, akhirnya museum ini dibuka tanggal 15 Desember 2006 serta dijadikan warisan cagar budaya dan destinasi wisata di kawasan tersebut.

Koleksi Museum BI

Koleksi Museum BI
Image Credit: Google Maps Muhammad Febriandi

1. Uang Kertas

Uang kertas menjadi koleksi dari Museum BI yang memiliki macam paling sangat banyak. Beberapa contohnya seperti Uang ORI (Oeang Republik Indonesia), Uang kertas Bank Indonesia seri Dwikora, Uang ORI Emisi II Djokjakarta yang ditandatangani Mr. Sjafruddin Prawiranegara, Uang ORI Emisi II Djokjakarta yang ditandatangani Mr. A. A. Maramis.

Terdapat pula Uang kertas BI Emisi 1975, 1977, 1952, 1982, 1980, 1985, 1984, 1986, 1992, 1988, 1995, 1993, 1999, 1998, 2001, dan 2000. Bahkan juga masih ada Uang kertas Pemerintah Republik Indonesia Serikat, Uang kertas pemerintah KR seri Soekarno, Uang kertas pemerintah IB seri Soekarno.

Tidak ketinggalan juga dengan Uang kertas Bank Indonesia seri Hewan, Presiden Soekarno, Soedirman, Pekerja Tangan, Dai Nippon Teikoku Seihu, Bunga dan Burung, seri De Javasche Regeering, dan De Javasche Bank Wayang. Koleksi dari Museum BI yang khusus berupa uang kertas emisi 1993 bergambar Presiden Soeharto pecahan 50 ribu rupiah pun bisa dijumpai di sana.

2. Uang Logam

Ragam dari uang logam di sana pun tidak kalah banyaknya. Beberapa diantaranya seperti Uang logam RI emisi 1951, Uang logam RI emisi 1952, Uang logam RI emisi 1955, Uang logam emisi 1959, Uang logam RI emisi 1970, Uang logam RI emisi 1971.

Selain itu, terdapat juga Uang logam emisi 1973, 1978, 1974, 1991, 1979, 1997, 1993, 1999. Bahkan, pengunjung akan dapat menyaksikan Uang gobog Majapahit, uang Krishnala, uang Kerajaan Jambi, uang Gobog dari Banten, dan uang real batu dari Kerajaan Sumenep.

Koleksi di Museum BI
Image Credit: Google Maps RAHMAT FADHLI

3. Uang Logam Khusus

Koleksi di Museum Bank Indonesia yang berupa uang logam khusus ini terdiri atas beberapa macam. Contohnya saja seperti Uang logam khusus BI emisi 1970, Uang logam khusus BI seri cagar alam tahun 1974, Uang logam khusus BI seri Save The Children fund tahun 1990, Uang logam khusus BI seri For The Children of The World, dan Uang logam khusus BI seri Demokrasi tahun 1995.

4. Koleksi Lainnya

Selain koleksinya yang berupa uang yang sudah pernah beredar di Negara Indonesia, terdapat juga beberapa koleksi yang lainnya. Misalnya saja mata uang yang diterbitkan dari beberapa daerah di Indonesia saat bank sentral masih belum berfungsi secara baik. Beberapa wilayah itu yakni Kedu, Sumatera Selatan, Aceh, Magetan, Jambi, dan Sumatera Utara.

Koleksi selanjutnya yaitu berupa instalasi yang telah merekonstruksi suasana dari bank zaman kolonial secara mendetail sampai terlihat hidup, terdapat juga diorama cerita tentang krisis moneter di tahun 1998 serta pemulihan dari stabilitas moneter memakai beberapa patung yang mirip sekali dengan yang aslinya.

Berbagai macam koleksi yang ada di Museum Bank Indonesia yang berupa emas batangan pun diperlihatkan kepada umum. Bahkan, pengunjung juga akan disuguhkan dengan koleksi berupa uang yang berasal dari luar negeri.

Alamat dan Rute Menuju Lokasi

Alamat Museum Bank Indonesia
Image Credit: Instagram Diensx

Alamat dari Museum Bank Indonesia tersebut berada di Jl Lada, Desa Pinangsia, Kecamatan Taman Sari, Kota Jakbar, DKI Jakarta. Letaknya pun sangat strategis karena berdekatan dengan kawasan Kota Tua. Anda dapat menggunakan beberapa rute Commuter Line untuk tiba di tujuan wisata yang satu ini.

Apabila dari Tangerang, Anda bisa transit di Duri dan Manggarai lalu menuju ke Jakarta Kota. Apabila dari Jatinegara, maka transit dahulu di Kampung Bandan kemudian melanjutkan perjalanan ke Jakarta Kota.

Jika dari Bekasi, maka transit di Jatinegara dan Manggarai lalu melanjutkan ke Jakarta Kota. Jika dari Maja, maka harus melalui Parung Panjang dan Serpong lalu transit di Tanah Abang dan Manggarai.

Apabila Anda menaiki Commuter Line dari Bogor, maka harus menuju ke Depok lalu transit di Manggarai, dan tibalah di Jakarta Kota. Dengan waktu tempuh di perjalanan yaitu kisaran 6 menit dengan berjalan kaki untuk menuju ke arah Barat Laut dari arah Stasiun Jakarta Kota. Supaya perjalanan tidak terasa sepi dan membosankan, disarankan untuk mengajak teman maupun saudara.

Harga Tiket Masuk Masuk

Harga Tiket Museum Bank Indonesia
Image Credit: Google Maps Pinandi Toledo Handoko

Saat akan memasuki area dari destinasi wisata sejarah tersebut, maka seluruh wisatawan akan diwajibkan untuk membayar biaya tiket masuknya terlebih dahulu sebesar 5 ribu rupiah untuk satu orang. Ada juga tiket gratis yang bisa diperoleh bagi mahasiswa maupun pelajar dengan syarat mampu menunjukkan kartu identitasnya.

Untuk jam buka dari Museum Bank Indonesia ini berbeda antara hari biasa dan akhir pekan. Pada hari Selasa sampai Jumat akan beroperasi mulai jam 8 pagi hingga setengah 4 sore. Sementara, pada hari Sabtu dan Minggu akan beroperasi mulai jam 8 pagi hingga 4 sore. Tentunya di sana juga menawarkan tour bersama pemandu yang setiap hari bisa Anda ikuti pada jam-jam tertentu.

Selain itu, tempat wisata ini juga menyediakan kunjungan secara virtual. Kunjungan tersebut biasanya dilakukan pada hari Selasa, Rabu, dan Kamis setiap jam 9 pagi dan 1 siang. Nantinya, kunjungan virtual tersebut hanya akan dilayani dengan melalui email dan aplikasi Whatsapp.

Aktivitas yang Menarik Dilakukan Pengunjung

Aktivitas Menarik Museum Bank Indonesia
Image Credit: Facebook Museum Bank Indonesia

1. Menjelajahi Museum

Kegiatan menarik yang pastinya akan dilakukan oleh setiap pengunjung yang ada di Museum Bank Indonesia adalah menjelajah. Dengan melakukan kegiatan tersebut, maka Anda bisa mengetahui berbagai macam informasi mengenai apa saja peran dan juga fungsi BI yang menjadi Bank Sentral Indonesia.

Selain itu, kegiatan menjelajahi museum ini juga dapat berfungsi untuk media rekreasi edukatif. Tentu saja akan memberikan pemahaman perjalanan dan perkembangan dari BI sambil mengeksplor ruangan dengan desain arsitektur yang bersejarah. Bagi Anda yang tertarik untuk melakukan kegiatan ini, maka terlebih dahulu wajib melakukan registrasi kepada pihak pengelolanya.

2. Mengikuti Pameran Temporer

Pameran temporer tersebut umumnya diselenggarakan bertepatan dengan hari perayaan Nasional. Misalnya saja seperti pada Hari Kemerdekaan, Hari Kartini, Hari Pahlawan, dan hari Nasional yang lainnya.

Biasanya, museum yang satu ini akan menggelar pameran dengan bertepatan dengan hari perayaan tersebut. Berbagai koleksi yang akan dipamerkan umumnya koleksi numismatic dan juga menyesuaikan konsep dari perayaan itu sendiri. Meskipun demikian, tidak berarti bahwa pihak pengelola yang lainnya tidak dapat menyelenggarakan pameran di museum BI.

Menariknya, museum tersebut juga akan menawarkan kesempatan kepada pihak pengelola lainnya yang ingin membuka pameran. Misalnya saja seperti pameran fotografi, lukisan, seni budaya membatik dan kain tenun secara bersamaan dengan acara pameran museum tersebut.

Aktivitas di Museum Bank Indonesia
Image Credit: Facebook Museum Bank Indonesia

3. Talk Show, Seminar maupun Diskusi

Kegiatan terakhir ini dibuat dengan istimewa sebagai suatu forum khusus untuk berdiskusi tentang topik bahasan yang berasal dari berbagai isu yang sedang hangat. Kegiatan tersebut umumnya diselenggarakan oleh pihak pengelola museum pada waktu tertentu saja. Di dalam kegiatan ini akan mengundang beberapa narasumber atau pembicara yang tentunya sudah ahli pada bidangnya.

Contohnya saja seperti ahli sejarah, numismatika, moneter, ahli sistem pembayaran atau perbankan. Bukan hanya akan membahas talk show atau diskusi yang diselenggarakan, tetapi di sana pun dapat membahas isu yang berkaitan dengan perkembangan terbaru dari Bank Indonesia, beberapa kebijakan, seni ataupun budaya, dan nilai heritage nasional.

4. Membeli Buku dan Souvenir

Setelah Anda sudah puas menjelajahi museum, maka juga dapat memperoleh berbagai macam hasil publikasi dan cinderamata yang berhubungan dengan museum BI ini. Di sana juga telah disajikan berbagai cemilan ringan untuk pengunjung. Tentu saja kegiatan ini cocok dilakukan oleh Anda yang ingin membawakan barang kenang-kenangan untuk orang yang ada di rumah.

Objek Wisata Terdekat dari Museum Bank Indonesia

Wisata Terdekat Museum Bank Indonesia
Image Credit: Google Maps Reza Wandi

1. Dunia Fantasi Ancol

Bagi Anda yang memiliki anak, jangan lewatkan untuk mengajaknya mampir ke Dunia Fantasi Ancol. Banyak sekali wahana bermain yang cukup seru.

2. Masjid Istiqlal

Masjid yang dijadikan sebagai destinasi wisata religi tersebut dibangun karena adanya ide dari Soekarno. Menariknya, Masjid Istiqlal tersebut merupakan masjid paling besar di Asia Tenggara.

3. Museum Nasional

Museum Nasional merupakan salah satu warisan budaya sekaligus tempat wisata. Keunikan yang ada di Museum Nasional juga tidak kalah dengan Museum BI.

Nah, itu tadi adalah berbagai macam hal yang ada kaitannya dengan tempat wisata bersejarah yaitu Museum Bank Indonesia. Sehingga, bagi Anda yang sedang mencari tujuan wisata edukasi yang ada di Kota Jakarta, maka jangan lupa untuk memasukkan Museum BI ini ke dalam daftar tempat berlibur yang akan dikunjungi.