Harga Tiket: Rp 3.000, Jam Operasional: 07.00-16.00 WIB, Alamat: Area Gunung Pitrang, Desa Balesari, Kec. Ngajum, Kab. Malang, Jawa Timur; Map: Cek Lokasi

Gunung Kawi Malang merupakan gunung yang memiliki keindahan pemandangan alam yang begitu indah. Namun tidak hanya indah, gunung ini juga memiliki kawasan sakral yang diyakini oleh sebagian masyarakat bahwa dapat membawa keberuntungan, yakni Keraton Gunung Kawi.

Keraton yang ada di Gunung Kawi ini merupakan sebuah kawasan wisata religi yang berupa tempat untuk pertapaan. Banyak orang yang datang ke sini untuk bertapa, mengharapkan keberkahan, bahkan memohon doa dengan bersemedi. Walaupun memiliki nama Keraton, nyatanya kawasan ini tidak memiliki bangunan yang megah dan hanyalah sebuah kompleks bangunan pertapaan.

Objek wisata religi ini dibangun oleh Mpu Sindok dari Kerajaan Mataram Hindu pada sekitar tahun 861 Masehi. Keraton ini sengaja dibangun Mpu Sindok di kawasan sepi yang jauh dari keramaian, hal ini dimaksudkan untuk menjaga konsentrasi setiap orang yang bertapa, agar dapat tetap fokus.

Sejarah Keraton Gunung Kawi

Sejarah Keraton Gunung Kawi
Image Credit: Google Maps Choiz Channel

Masyarakat sekitar kawasan Keraton mempercayai bahwa tempat ini berawal dari sosok penasihat dari Pangeran Diponegoro, yakni Kanjeng Zakaria II atau Eyang Soedjogo yang membuat sebuah padepokan di daerah pinggir selatan Jawa Timur.

Setelah sekian lama menetap, Eyang Soedjogo mengangkat dua orang murid yang bernama Ki Moeridun dan RM Jonet untuk melakukan babat alas atau membuka sebuah kawasan hutan yang berada di sebelah selatan dari Gunung Kawi. Setelah usai melakukan kegiatan babat alas, akhirnya Eyang Soedjogo pun memutuskan menetap di sekitaran gunung ini hingga akhir hidupnya.

Menurut cerita yang beredar, semasa masih hidup, Eyang Soedjogo pernah menanam sebuah pohon yang dipercaya merupakan perwujudan dari tongkat yang dimilikinya. Pohon tersebut kemudian dinamakan Pohon Dewandaru yang berarti pohon kesabaran. Dipercaya pula bahwa buah, ranting, ataupun daun yang jatuh dari pohon ini dapat menjadi jimat yang mendatangkan rejeki.

Perkembangan jaman mempengaruhi masuknya berbagai macam agama ke wilayah ini. Agama yang masuk diantaranya seperti agama Kristen, Islam, Konghucu, Budha, dan lain-lain. Hal ini mempengaruhi dan mendorong masyarakat sekitar untuk membangun tempat ibadah di sekitaran Keraton, sehingga pada akhirnya terciptalah Keraton Gunung Kawi yang menggandeng 5 agama.

Setelah kemerdekaan Indonesia, Keraton ini memiliki pengunjung yang dapat dikatakan mulai ramai, terutama masyarakat yang merupakan keturunan Tionghoa. Namun, dikarenakan terdapat ketidakstabilan kondisi Indonesia pada sekitar tahun 1965 menyebabkan Keraton ini sempat ditutup, kemudian baru dibuka kembali pada tahun 1974.

Saat ini, walaupun pengunjungnya tidak seramai di Pesarean Gunung Kawi, Keraton ini dipercaya mempunyai pusat energi spiritual yang dapat menenangkan hati serta menyucikan diri. Selain itu, kawasan yang memiliki suasana spiritual begitu kuat ini juga dapat memberikan begitu banyak pengetahuan baru tentang sejarah.

Daya Tarik Keraton Gunung Kawi

Daya Tarik Keraton Gunung Kawi
Image Credit: Google Maps Sri Wahyuni

1. Wihara

Setelah masa kemerdekaan Indonesia, Keraton Gunung Kawi memiliki pengunjung yang semakin ramai, khususnya masyarakat keturunan Tionghoa. Hal ini mendorong pembangunan Wihara di sekitar Keraton sebagai tempat ibadah bagi masyarakat keturunan Tionghoa yang datang berkunjung.

2. Tempat Pertapaan Raja

Keraton ini juga dikenal sebagai tempat bertapa oleh beberapa raja yang pernah berkuasa di Jawa. Para raja yang banyak berasal dari Jawa ini bertapa dengan maksud untuk mencoba melakukan pertemuan secara spiritual serta meminta petunjuk akan suatu hal kepada Mpu Sindok.

Prabu Kamswara yang berasal dari Kerajaan Kediri merupakan salah satu dari banyak raja yang pernah melakukan pertapaan di lokasi keraton. Beliau memilih untuk bertapa di kawasan Gunung Kawi ini dan merelakan mundur dari jabatannya sebagai raja. Bukan hanya itu, Prabu Kameswara juga mengikuti jejak dari Mpu Sindok, yaitu Moksa.

3. Pohon Dawandaru

Berada di area pemakaman, pohon dawandaru dipercaya sebagai pohon yang dapat membawa keberuntungan. Orang Tionghoa menyebut pohon ini sebagai shian-to yang berarti pohon dewa. Pengunjung yang datang sering kali menunggu ranting, daun, atau buah jatuh dari pohon dewandaru tersebut, sebab dipercaya dapat dijadikan sebagai jimat keberuntungan.

Daya Tarik Dimiliki Keraton Gunung Kawi
Image Credit: Google Maps Sahril 12

Ada pula yang mengatakan, bahwa orang menyimpan benda yang jatuh dari pohon ini dapat menambah kekayaan dari orang tersebut. Namun dibutuhkan kesabaran yang tinggi apabila ingin mendapatkan ranting, daun, atau buah jatuh dari pohon ini, sebab benda-benda itu tidak jatuh setiap saat, bahkan dapat hingga berbulan-bulan.

4. Sanggar Pemujaan

Daya tarik berikutnya adalah adanya sanggar pemujaan, yang merupakan kawasan utama Keraton ini. Sanggar pemujaan ini merupakan kawasan paling tinggi dari semua kawasan yang ada di Keraton. Di sanggar pemujaan ini terdapat petilasan dari Mpu Sindok yang saat ini difungsikan sebagai tempat mediasi atau pertapaan.

Di sisi kanan dan sisi kiri bangunan ini juga terdapat sebuah patung yang memiliki bentuk serupa dengan kuda terbang. Di dalamnya juga terdapat beberapa arca dan lubang untuk bertapa atau disebut juga dengan tapa pendem.

Alamat dan Rute Menuju Lokasi

Alamat Keraton Gunung Kawi
Image Credit: Google Maps Sri Wahyuni

Keraton Gunung Kawi merupakan salah satu objek wisata berbau religi berupa kawasan pertapaan yang berada di bilangan Ngajum, Malang. Lokasi wisata ini terletak di perbatasan antara Kabupaten Malang dengan Kabupaten Blitar, tepatnya terletak di Desa Balesari.

Objek wisata Keraton ini berada di ketinggian sekitar 1167 meter di atas permukaan laut, tepat berada pada lembah di sebelah tenggara Gunung Kawi. Keraton ini juga berdekatan dengan beberapa objek wisata alam yang lain, diantaranya Gunung Buthak, Pesarean Gunung Kawi, Lembah Indah Malang, dan Coban Baung. Tidak heran apabila Keraton ini memiliki suasana yang begitu sejuk.

Untuk sampai di lokasi Keraton ini, terdapat banyak rute yang dapat Anda lalui. Salah satunya dari Bandara Abdul Rahman Saleh, Anda dapat menaiki taksi menuju Terminal Arjosari, setelah itu Anda dapat naik bus tujuan Blitar dan turun di Terminal Talangagung. Dari situ Anda dapat menaiki angkot menuju Ngajum. Baru setelahnya Anda dapat menggunakan ojek untuk mencapai kawasan Keraton.

Selain itu, Anda juga dapat mengakses Keraton ini dari Kecamatan Wagir atau langsung dari Ngajum melalui Jalibar di Kepanjen. Apabila ingin perjalanan Anda melewati pesarean Gunung Kawi, Anda dapat menempuh perjalanan melalui jalur Kecamatan Wonosari. Tidak perlu khawatir akan akses jalannya, sebab sebagian besar jalan sudah diaspal.

Kegiatan yang Menarik Dilakukan

Kegiatan Keraton Gunung Kawi
Image Credit: Google Maps jelajah sumenep

1. Ziarah

Terdapat sebuah tempat dalam kawasan keraton yang menjadi jujukan untuk melakukan ziarah yang dikenal dengan nama Pesarean Gunung Kawi. Pesarean ini merupakan kompleks makam dari Eyang Jogo serta Imam Soedjono yang merupakan putra dari Kanjeng Sinuhun Hamengku Buwono I.

2. Mendaki

Untuk mendaki ke gunung ini juga dapat diakses melalui Keraton dengan menggunakan kendaraan roda dua maupun kendaraan roda empat, sebab jalanannya sudah cukup baik. Hal ini tentu saja menjadi kegiatan yang sangat menarik dilakukan, terlebih bagi mereka yang memang hobi mendaki gunung.

3. Sembahyang

Keraton ini menggandeng banyak agama demi mewujudkan perdamaian. Mulai dari surau atau langgar, gereja, pura, wihara, hingga klenteng sebagai tempat ibadah ada di kawasan Keraton ini. Hal ini dimaksudkan agar masing-masing dari manusia harus taat kepada agamanya dan tidak menjadikan perbedaan ini sebagai perpecahan.

Objek Wisata Terdekat dari Keraton Gunung Kawi

Lembah Indah Malang
Image Credit: Google Maps Lembah Indah Malang

1. Lembah Indah Malang

Lembah Indah merupakan salah satu objek wisata di Malang yang memiliki udara begitu sejuk. Objek wisata ini cocok dijadikan alternatif tempat wisata bersama keluarga. Berada di Lembah Indah, Anda akan dapat menemui lingkungan asri serta kawasan eco resort. Berjalan-jalan mengelilingi kawasan asri ini dapat menjadi pilihan kegiatan yang dapat Anda lakukan di Lembah Indah Malang.

2. Wisata Agro Selo Tumpeng

Memiliki jarak yang dapat dikatakan cukup dekat dengan keraton membuat objek wisata Agro Selo Tumpang wajib Anda kunjungi apabila berkunjung ke Keraton yang ada di Gunung Kawi. Di sini Anda akan diperbolehkan untuk memetik berbagai buah yang ada, misalnya seperti buah jambu atau buah durian. Terdapat pula beberapa fasilitas permainan yang dapat dimainkan anak-anak.

3. Air Terjun Coban Baung

Air terjun dengan pemandangan indah dan suasana sejuk ini dapat memikat siapa saja yang sedang berkunjung ke tempat ini. Bagi Anda yang gemar berkemah di area alam, Anda dapat berkemah di kawasan sekitar air terjun Coban Baung ini, sebab di kawasan air terjun ini sudah disediakan tempat atau lahan yang dapat dipakai untuk berkemah.

4. Precet Forest Park

Precet Forest Park adalah sebuah kawasan wisata yang menawarkan suasana hutan pinus yang memiliki udara begitu sejuk dan menyegarkan. Berkunjung ke tempat ini dapat membuat Anda lebih refresh karena keadaannya yang masih sangat alami. Di sini juga sudah tersedia berbagai fasilitas penunjang diantaranya seperti tempat parkir, mushola, hingga area perkemahan.

Itulah beberapa hal menarik yang berkaitan dengan Keraton Gunung Kawi di Malang. Semoga informasi ini dapat menambah daftar tempat wisata menarik yang dapat Anda kunjungi ketika sedang berada di Kabupaten Malang.